News

Satria Putra, Bocah 110 Kg Kesakitan Sebelum Meninggal, "Saya Nggak Kuat!"

Satia sempat dirawat di puskesmas lantaran mengalami batuk dan sesak nafas.

Satria Putra, Bocah 110 Kg Kesakitan Sebelum Meninggal,
Farida
Satia Putra, Bocah Pengidap Obesitas 110 Kilogram Meninggal Dunia Usai Sesak Napas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KARAWANG - Satia Putra, bocah tujuh tahun dengan berat 110 kilogram asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia, Sabtu (28/9) malam. Sebelum ajal menjemput, ia kerap mengaduh kesakitan.

Kepergian sang buah hati meninggalkan duka bagi keluarga. Raut sedih tergambar di wajah Sarli (60 tahun) dan Komariah (40) atas kepergian putra bungsunya, Satia Putra. Bocah berumur tujuh tahun itu mengalami obesitas.

Dengan terbata, Sarli menceritakan, Satia sempat dirawat di puskesmas lantaran mengalami batuk dan sesak nafas. Dokter menyarankan Satia dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Saya pinjam cator ke Pak Lurah (kades). Baru beres-beres, catornya dibersihin, udah gak ada (meninggal) sekitar jam sembilan malam," katanya ditemui di rumahnya Jalan Raya Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Minggu (29/9).

Sarli mengatakan, Satia mengadu kesakitan. "Pak saya nggak kuat, soalnya sakit banget," kata Sarli menirukan perkataan Satia. Padahal, pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 12.00 WIB, Satia masih bermain, memboncengnya naik motor. Ia pun memperingatkannya untuk tak banyak bermain. "Sekali lagi, Pah," ucap Sarli menirukan Satia.

Mereka berdua kemudian pulang. Di rumah, Satia merengek meminta dibelikan mainan. "Dia bilang, Pah beli mainan yuk," katanya.

Komariah, ibu Satia, menyebut berat badan putranya naik dari 105 kilogram menjadi 110 kilogram. "Naik lima kilogram," katanya. Terakhir diperiksa kesehatan, Satia menderita asma, tidak ada penyakit lain. Komariah menyebut beberapa bulan lalu, saat dibawa ke RSUD Karawang, Satia dinyatakan sehat. Ia hanya menderita obesitas.

Namun saat itu, Satia belum sempat dibawa ke RSHS Bandung lantaran menunggu kesiapan bocah itu dan keluarganya. Diketahui, sejak tiga tahun terakhir berat badan Satia naik drastis. Nafsu makannya pun naik.

Satia makan enam hingga tujuh kali per hari. Itu belum termasuk ngemil, seperti bakso. Malam sebelum tidur, Satia juga kerap merengek meminta makan. Setiap kali makan, porsi makannya pun banyak, tak seperti anak-anak pada umumya.

Saat perawatan Juli lalu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Nurdin Hidayat mengatakan, Satia dibawa ke RSUD Karawang melalui program Karawang Sehat. Artinya, biayanya bakal ditanggung pemerintah.

Halaman
123
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved