Kilas Balik
Lagu Genjer-genjer Terlarang Orde Baru Bukan Mars PKI, Ini Sosok Pencipta yang Hilang Pasca G30S PKI
Generasi 70-an hingga 90-an pasti ingat Film Pengkhianatan G30S PKI yang selalu diputar setiap 30 September.
TRIBUNMANDO.CO.ID - Generasi 70-an hingga 90-an pasti ingat Film Pengkhianatan G30S PKI yang selalu diputar setiap 30 September.
Banyak pro kontra terkait film yang disebut paling mahal di zamannya.
Namun, ada adegan dalam film tersebut saat anggota Gerwani mengelilingi para jenderal yang ditawan.
Mereka menyileti wajah para jenderal diselingi nyanyian Genjer-genjer.
Film Pengkhianatan G30S PKI masih ramai diperdebatkan apakah adegan penyiksaan oleh Gerwani tersebut nyata atau tidak hingga saat ini.
Ada yang menganggapnya sekadar propaganda Orde Baru, namun tidak sedikit pula yang mempercayainya.
Terlepas dari benar atau tidaknya adegan tersebut, fakta yang tak terbantah adalah lagu Genjer-genjer menjelma menjadi sebuah lagu yang menyeramkan pasccagerakan G30S.
Genjer-genjer menjadi lagu yang identik dengan Partai Komunis Indonesia ( PKI).
Jadi, semasa Orde Baru dan bahkan hingga kini, orang yang menyanyikan lagu tersebut rentan dituduh berafiliasi dengan PKI.
Padahal lagu Genjer-genjer bukanlah lagu mars PKI dan juga bukan lagu yang diciptakan khusus untuk mereka.
Genjer-genjer sebenarnya adalah lagu populer berbahasa Osing (suku di Banyuwangi).
Diciptakan pada 1942 oleh Muhammad Arief, seorang seniman Osing sebagai gambaran kondisi warga Banyuwangi saat penjajahan Jepang.
Lagu ini menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia selama dijajah jepang.
Sebelum penjajahan Jepang, genjer (Limnocharis flava) adalah tumbuhan untuk makanan ternak.
Ketika Jepang jadi penjajah, banyak warga kelaparan dan terpaksa memakan tumbuhan yang awalnya dianggap hama itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/adegan-penyiksaan-g30s-pki_20170920_112115.jpg)