NEWS

Dua Orang Ini Tawarkan Obat Terlarang Dengan Cara Berbeda, Melalui Media Sosial, Kemudian Bertemu

Dua orang aktif di media sosial. Mereka menawarkan obat terlarang kepada calon pembeli melalui WhatsApp dan Facebook.

Dua Orang Ini Tawarkan Obat Terlarang Dengan Cara Berbeda, Melalui Media Sosial, Kemudian Bertemu
surya.co.id/ahmad amru muiz
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto (dua kiri) menunjukkan barang bukti Narkoba yang diamankan dari dua orang tersangka pengedarnya oleh jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua orang aktif di media sosial. Mereka menawarkan obat terlarang kepada calon pembeli melalui WhatsApp dan Facebook.

Setelah barang disetujui kemudian mereka bertemu dan transaksi.

Aksi dua pengedar narkoba ini diketahui Jajajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dua tersangka pengedar Narkoba ini pun ditangkap.

Mereka adalah berinisial TSY (17) warga Desa Wates Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, dan AK (34) warga Desa Gejakan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto menjelaskan, untuk pengedar narkoba pil koplo dengan tersangka TSY dilakukan melalui media sosial WhatsApp dan Facebook.

Di medsos tersebut tersangka menawarkan pil koplo jenis double L kepada calon pembeli.

Ketika harga disepakati, ditindaklanjuti tersangKa dengan mengajak bertemu darat untuk transaksi barang dan uang.

Baca: Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Hari Paripurna Terakhir DPR RI: Tuntutan Kami Sama dengan Kemarin

Baca: Rektor Institut Pertanian Bogor Kaget Ada Dosennya Yang Ditangkap Polisi Terkait Bom Molotov

Baca: Telur Jadi Andalan Banyak Orang Sebagai Menu Praktis, Begini Cara Mudah Mengupas Kulitnya

Facebook Tribun Manado :

"Modus itu dilakukan tersangka cukup rapi dan berkat kejelian jajaran Satresnarkoba transaksi narkoba yang dilakukan tersangka bisa diungkap," kata Handono didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP M Sudarman, Minggu (29/9/2019).

Tersangka TSY, menurut Handono, diamankan jajaran Satresnarkoba di pintu Taman Anjuk Ladang Kota Nganjuk yang diduga sedang menunggu calon pembeli pil koplo.

Tersangka tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai pengedar pil koplo setelah ditemukan sejumlah barang bukti pil koplo dan uang tunai diduga hasil penjualan pil koplo dari tanganya.

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved