Info Katolik
Uskup Rolly Beri Sakramen Krisma untuk 44 Umat di Paroki Rumengkor: Rebut Hidup Yang Kekal
Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memberikan Sakramen Krisma bagi 44 umat di gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor
Penulis: | Editor: David_Kusuma
Uskup Rolly Beri Sakramen Krisma untuk 44 Umat di Paroki Rumengkor: Rebut Hidup Yang Kekal
TRIBUNMANADO.CO.ID - Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memberikan Sakramen Krisma bagi 44 umat di gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Minggu (29/9/2019).
Dalam misa, ia ditemani Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu (Pastor Asal Rumengkor), Pastor Paroki Rumengkor Bastian Sa'pang MSC dan Pastor Jeksen Warouw MSC (Pastor Asal Rumengkor) juga Diakon Jufry Dotulong.
Ia mengatakan, bacaan-bacaan hari berasal dari Hari Minggu Biasa ke XXVI Tahun C. Itu berasal dari sistem kalender liturgi dengan bacaan berkesinambungan dari hari ke hari.
"Bacaan kedua mengatakan Paulus meminta Timotius untuk bertanding dalam pertandingan iman yang benar, dan rebut hidup yang kekal," katanya
Ia mengatakan, perkataan Paulus itu harus menjadi dasar segala kegiatan yang sudah dan akan dibuat hari ini dan nanti.
"Selain Pastoran dan Gua Maria, sudah ada peletakkan batu pertama gereja. Gedung gereja ini sudah 65 tahun. Tapi ingat umat perdana dua ribu tahun lalu tanpa banyak fasilitas, mereka berhasil mewariskan iman kepada kita," katanya
BERITA POPULER
> FAKTA TERUNGKAP: Sikap Ahok yang Keras Ternyata Cerminkan Kekesalan Terhadap Pencuri Uang Negara
> Dalang Rusuh Papua Datangi Sidang Umum PBB, PM Australia Beralih, Mabes Polri Antisipasi 1 Desember
> Kisah Tragis Lettu Pierre Tendean, Letnan yang Jadi Perisai Jenderal AH Nasution saat G30S/PKI 1965
Ia kembali mengingat untuk bertanding pada imam yang benar, untuk merebut hidup yang kekal. Apalagi, dengan umur manusia yang terbatas.
"Jangan kita tidak bersyukur. Bacaan pertama diingatkan celakalah orang-orang yang merasa aman di Sion dan seterusnya padahal mereka dibina selama 40 tahun di padang gurun," katanya.
Ia mengatakan, akibat tidak bersyukur dan menjauh dari Tuhan, Israel di bagian Utara dibuang ke Asyiriah kira tahun 700-an SM, Yehuda 500-an SM dibuang ke Babilonia.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO
"Itu karena congkak. Mereka mengambil jarak dari orang, mengambil jarak dari Tuhan," ujarnya.
Ia mengatakan dalam bacaan Injil diceritakan soal orang yang kaya dan Lazarus. Lazarus seperti tidak diinginkan di muka bumi.
"Saat keduanya mati, Lazarus sang pengemis, orang miskin ini dibawa malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu mati dan menderita sengsara di alam maut," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sakramen-krisma-86.jpg)