Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Besok Ada Demonstrasi Mahasiswa?, Ini Antisipasi Yang Dilakukan Polisi, Pasang Kawat Berduri

Besok Senin 30 September 2019, rencananya mahasiswa akan kembali menggelar demo di Depan Gedung DPR/MPR RI.

Tayang:
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Polisi melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI dalam rangka mengantisipasi aksi demonstrasi yang akan digelar, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Besok Senin 30 September 2019, rencananya mahasiswa akan kembali menggelar demo di Depan Gedung DPR/MPR RI.

Polisi pun telah melakukan berbagai persiapan pada Minggu (29/9/2019). menyikapi isu demo tersebut.

Apa saja yang disiapkan polisi. Di antaranya mengalihkan arus lalu lintas.

Seperti yang terpantau arus Lalu lintas di jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlihat padat, 

Kepadatan arus lalu lintas tersebut terjadi seiring ditutupnya sebagian jalan Gatot Subroto menuju gedung DPR/MPR RI.

Penutupan sementara Jalan Gatot Subroto terkait menyikapi isu demo yang akan berlangsung, Senin (30/09/2019).

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya pun telah melakukan rekayasa lalu lintas.

Baca: Tanda Seseorang Alami Gegar Otak, Dari Ganguan Pendengaran, Bicara Lambat hingga Mual

Baca: Setelah Mahasiswa dan Pelajar, Giliran Emak-Emak Yang Menggelar Aksi Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Baca: TERBARU Gempa Ambon, 30 Orang Meninggal Dunia dan Lebih Dari 100 Orang Menderita Luka-Luka

Facebook Tribun Manado :

Petugas menginformasikan, pengguna jalan bisa melalui jalan-jalan alternatif sesuai dengan arahan petugas.

"Kalau yang dari arah barat bisa lewat lapangan tembak tembus patal senayan, keluar pejompongan" ujar petugas Ditlantas Polda Metro Jaya yang sedang bertugas saat itu.

Pihaknya tidak bisa memastikan kapan jalan Gatot Subroto dibuka dan dapat kembali dilalui kendaraan.

"Kalau kapan dibuka, nanti kita menunggu instruksi dari pimpinan" ujarnya.

Pasang kawat berduri

Untuk mengantisipasi adanya demonstrasi di depan Gedung DPR pada Senin (30/9/2019), beton dan kawat duri pembatas sudah dipasang kembali di sekitar jalan menuju Gedung DPR.

Pantauan Tribunnews.com, beton dan kawat duri di pasang dipasang dua lapis di sekitar jalan Gatot Subroto sampai ke gedung DPR/MPR RI, arus lalu lintas yang mengarah ke jalan Gatot Subroto akan dialihkan menuju jalan Gerbang Pemuda.

Baca: Kapolda Angkat Mahasiswa Jadi Anak, Irjen Mas Guntur: Sampai Saya Meninggal dan Sampai Dia Meninggal

Baca: Cerita Sukitman, Agen Polisi Lolos dari Lubang Buaya saat G30S/PKI: Saya Pasrah Kepada Tuhan

Baca: Driver Ojek Online Yang Juga Karyawan Koperasi Ini Meninggal Ditikam Orang Tak Dikenal di Warung

Instagram Tribun Manado :

Petugas kepolisian juga terlihat berjaga di sejumlah titik. "Beton dan kawat akan terus di pasang sampai ada instruksi dari atasan untuk dibongkar" ujar seorang pekerja yang memasang beton.

Turun ke Jalan

Sebelumnya, Presiden Mahasiswa Trisakti, Dinno Ardiansyah mengatakan, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia akan melanjutkan aksi demo di depan Gedung DPR pada Senin (30/9/2019).

"Memang, ini lagi proses konsolidasi untuk kawan-kawan BEM aliansi mahasiswa seluruh Indonesia kita lagi proses konsolidasi untuk tanggal 30 akan seperti apa, apakah turun aksi ke DPR atau ada cara lainnya," kata Dinno saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).

Dinno mengatakan, aksi demo tersebut bertepatan dengan rapat paripurna terakhir anggota DPR periode ini. Untuk itu, pihaknya akan mengawal dan tetap menyampaikan penolakan terhadap RKHUP dan UU KPK.

"Tuntutan kami sama kayak kemarin iya, kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan," ujarnya.

Dinno berharap, aksi demo di depan Gedung DPR itu nantinya dapat memberikan tekanan psikologi bagi pemerintah dan DPR agar segera mengambil keputusan Perppu untuk mencabut UU KPK.

"Mungkin dengan kita turun ke jalan lagi itu akan menjadi suatu tekanan psikologi untuk pemerintah untuk segera mengambil keputusan apakah Perppu akan segera diputuskan atau tidak," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa Berencana Demo Lagi Senin Depan, Bertepatan Paripurna Terakhir Anggota DPR"

Mujahid 212 Akan Bergabung

Massa aksi Mujahid 212 berjanji akan bergabung dengan mahasiswa untuk mengikuti aksi di depan DPR RI pada Senin (30/9/2019).

Hal tersebut disampaikan orator aksi dari atas mobil komando yang terparkir di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Sabtu (28/9/2019).

"Saudara-saudara siap untuk mengikuti aksi 30 September lusa bergabung bersama adik-adik mahasiswa?" tanya orator.

"Siaaap," jawab massa aksi Mujahid 212 serempak.

Peserta dalam aksi damai ini beragam mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Mereka mengenakan pakaian muslim dan membawa atribut spanduk serta bendera tauhid.

Aksi damai berlangsung tertib. Perwakilan massa aksi juga rutin berkeliling lokasi sambil membawa kantung sampah untuk memastikan tidak ada sampah yang berserakan di lokasi aksi.

Peserta Aksi Mujahid 212 Tolak Dianggap Ambil Momentum Demo Mahasiswa

Sejumlah peserta Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, menanggapi komentar tentang aksi tersebut yang dinilai mengambil momentum aksi mahasiswa sebelumnya.

Seperti diketahui, pada 23 dan 24 September 2019, ada demo besar-besaran mahasiswa di sekitar gedung DPR MPR Jakarta.

Bahkan satu hari setelahnya, tanggal 25 September 2019, ada aksi pelajar yang juga menyedot perhatian masyarakat.

Aji, salah satu peserta aksi asal Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), tidak setuju aksi Mujahid 212 dikatakan mengambil momentum dari rentetan aksi sebelumnya.

"Enggak lah, kita kan menyuarakan aspirasi yang berbeda, saya sih enggak setujuya kalau seperti itu," ujar Aji, di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Sabtu (28/9/2019).

Hal yang sama diutarakan Reval, peserta aksi dari Serpong, menurutnya, perencanaan aksi 212 susah lebih dulu ketimbang aksi mahasiswa dan pelajar.

"Enggak lah, kan memang sudah direncanain jauh hari, enggak tahu kalau tiba-tiba mahasiswa demo kemarin kan," ujar Reval di lokasi yang sama.

Ia yang berangkat bersama tiga temannya itu mengaku mengetahui informasi hal aksi 212 dari media sosial.

"Tahu dari medsos, kan sebelumnya namanya parade Tauhid, terus berubah jadi Mujahid 212 Selamatkan NKRI," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Antisipasi Demonstrasi Besok, Polisi Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved