Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Uskup Rolly Pimpin Misa Serah Terima Ketua STF Yang Baru, Pastor Hertanto Gantikan Pastor Amri

Ia mengatakan dalam kalender liturgi Gereja Katolik, hari Gereja merayakan peringatan Wajib Santo Andrew Kim Taegon dan Paulus Chong Hasan.

Penulis: | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun manado/David_Manewus
Foto Bersama Dalam Ramah Tamah Sesudah Misa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memimpin misa serah terima ketua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) dari yang lama Pastor Ambrosius Wuritumur ke Pastor Gregorius Hertanto, Jumat (20/9/2019). Misa berlangsung dari sore sampai malam hari.

Dalam renungannya, ia mengatakan serah terima dibuat dalam perayaan Ekaristi, sumber puncak kehidupan.

Ia mengatakan dalam kalender liturgi Gereja Katolik, hari Gereja merayakan peringatan Wajib Santo Andrew Kim Taegon dan Paulus Chong Hasan.

Andrew Kim Taegon adalah imam Katolik keturunan Korea pertama. Di akhir abad ke-18, sebelumnya agama Katolik Roma di Korea mulai "secara sangat perlahan mengakar diperkenalkan oleh para umat awam.

Bersama Paulus, dan banyak umat Katolik lain, mereka berdua menjadi martir Korea.

"Dalam catatan sejarah, tahun 1538 sudah ada pembabtisan oleh Fransisco de Castro, seorang kapten kapal.

Itu mendahului pembabtisan Pastor Diego Magelhaes tahun 1563," katanya.

Baca: Identitas Pemeran Video Panas Berseragam PNS Pemprov, Terungkap Motif Sebarkan Rekaman 2,20 Menit

Baca: Nagita Slavina Pede Tampil Nyentrik Saat Hadiri Acara Awards, Jadi Selebriti Wanita Terfavorit

Baca: VIRAL, Pria Alami Stroke Jelang Pernikahan, Mempelai Wanita Tetap Mencintai: Saya Bersyukur

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Dari cerita perjuangan awam itu kemudian ada cerita-cerita pembabtisan lain.

Kemudian selama ratusan tahun VOC tidak mengijinkan adanya kekatolikkan di Indonesia kecuali Timor dan NTT.

"Tahun 1807 lalu imam diosesan diijinkan kembali. Tahun 1809 ada pembabtisan di Gorontalo tapi kemudian lenyap," katanya.

Nanti 1868, seorang awam (Daniel Mandagi) yang menyadari tanggung jawabnnya membabtis anaknya lalu meminta Mgr. Vrancken mengirim seorang imam.

Imam itu Van De Vries berlabuh 14 September 1868 di Kema dan membabtis di Langowan 19 September 2019.

"Begitu besar peran awam. Tentu dengan kerja sama dengan imam dan uskup," katanya.

Di Korea, awam yang dirayakan hari ini menjadi martir.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved