Karhutla

Satelit NASA Tunjukan Paru-paru Dunia Sudah Kritis, Wiranto sebut Karhutla yang Terjadi Tidak Parah

Wiranto juga mengatakan bahwa jarak pandang masih wajar dan pesawat masih bisa mendarat.

Satelit NASA Tunjukan Paru-paru Dunia Sudah Kritis, Wiranto sebut Karhutla yang Terjadi Tidak Parah
MODIS/NASA
Sementara peta ini menunjukkan data karbon organik pada Selasa (17/9/2019) dari model GEOS forward processing (GEOS-FP) yang mengasimilasi informasi data satelit, pesawat, dan sistem pengamatan di darat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Wiranto sebut Karhutla yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini tidaklah parah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak separah yang diberitakan media.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/9/2019), Wiranto juga mengatakan bahwa jarak pandang masih wajar dan pesawat masih bisa mendarat.

"Di sana ketika saya melihat dengan Presiden antara realitas dengan yang dikabarkan (media) dengan yang ada itu sangat berbeda. Ternyata kemarin waktu kami di Riau tidak separah yang diberitakan," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

"Jarak pandang masih bisa, pesawat masih bisa mendarat. Masyarakat banyak yang belum pakai masker. Kami pun tidak pakai masker. Jarak pandang pada siang masih jelas. Awan-awan terlihat," ungkap dia.

Menko Polhukam Wiranto
Menko Polhukam Wiranto (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Namun hal berbeda ditunjukan oleh citra satelit milik NASA.

NASA menampilkan kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dari luar angkasa.

Dari gambar tersebut, tampak bagaimana kabut asap putih menyelimuti seluruh daratan.

Gambar tersebut diambil menggunakan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dari satelit AQUA milik NASA, pada Minggu (15/9/2019).

Situs resmi pengamatan Bumi milik NASA, earthobservatory.nasa.gov memperingatkan, gambar yang menunjukkan asap pekat melayang di atas pulau merujuk pada kualitas udara yang sudah sangat berbahaya dan membahayakan kesehatan makhluk hidup di wilayah tersebut.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved