Berita Manado
Era e-Book, Penggemar Buku Tetap Pilih Buku Cetak, Ronny Bilang Ada Citarasa Tersendiri
Punya buku secara fisik dan berjejer di lemari buku serta di rak-rak dan di meja kerja punya 'taste' (citarasa) sekaligus kebanggaan tersendiri.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kemajuan internet mengubah tatanan hidup manusia.
Segala lini kehidupan insan berubah.
Termasuk cara orang mendapatkan buku impiannya.
Sekarang tak perlu ke toko buku.
Cukup beli via internet alias belanja online.
Tinggal pesan, transfer, tunggu beberapa saat, e-book atau buku digital dalam genggaman.
Tinggal dibaca kapan saja dan di mana saja.
Tapi, kemudahan itu ternyata tak menggeser perilaku para penggemar buku atau mereka yang gila baca.
Ronny Buol salah satunya.
Traveller sekaligus pewarta ini ikut mengoleksi buku digital.
Hal itu dilakukannya untuk kebutuhan saat travelling.
"Membaca lewat gadget lebih praktis dengan ebook, walau kadangkala tetap juga bawa 1-2 buku cetak," kata warga Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa ini kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (21/09/2019).
Pria yang juga mahir fotografi ini lebih senang mengoleksi buku cetak.
Punya buku secara fisik dan berjejer di lemari buku serta di rak-rak dan di meja kerja punya 'taste' (citarasa) sekaligus kebanggaan tersendiri.
"Rasanya tidak lengkap jika buku tidak hadir secara fisik di ruang kerja dan lemari buku," kata pria lajang ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ronny-a-buol-memiliki-koleksi-7000-an-buku-berbagai-genre.jpg)