Kebakaran Hutan dan Lahan

Hujan Intensitas Deras Guyur Sejumlah Wilayah Meranti Selama Setengah Jam, Ternyata Ini Penyebabnya

Untuk melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di hutan dan lahan di Wilayah Riau, pemerintah telah melaksanakan operasi hujan buatan.

Hujan Intensitas Deras Guyur Sejumlah Wilayah Meranti Selama Setengah Jam, Ternyata Ini Penyebabnya
(TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)
Warga yang menggunakan kostum pahlawan super spiderman bersama personil dari BPBD Provinsi Riau dan TNI AD Kodim Kampar 0313 berusaha memadamkan kebakaran lahan di kawasan Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Kamis (12/9/2019). Aksi yang dilakukan oleh warga bernama Yandri tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para anggota tim penanganan kebakaran hutan dan lahan yang telah berjibaku dilapangan selama kabut asap menerpa sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Aksi itu juga merupakan pesan agar seluruh elemen masyarakat dapat ikut serta menjaga lingkungannya agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNMANADO. CO.ID - Untuk melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di hutan dan lahan di Wilayah Riau, pemerintah telah melaksanakan operasi hujan buatan.

Pada Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan dilakukan di sekitar wilayah Riau, Sumatera, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan ( karhutla).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menuturkan, hujan yang dihasilkan berintensitas deras.

"Hasilnya terjadi hujan dengan intensitas deras dari jam 16.31 sampai dengan 17.05 WIB di wilayah Kelurahan Teluk Blitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti," kata Agus melalui keterangan tertulis, Kamis (19/9/2019) malam.

Ia menuturkan, penyemaian awan dilakukan dengan menebarkan 800 kilogram garam NaCl dari pesawat Cassa 212.

Pesawat itu diawaki Kapten Wanto dan Letda Yusuf.

Namun, operasi hujan buatan tersebut tidak dilakukan di wilayah Kalimantan Tengah.

Baca: Kasus Dugaan Suap Imam Nahrawi, KPK Menduga Uang Tersebut Tidak Hanya Diterima oleh Satu Orang

Baca: Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata Tewas Ditembak Polisi, Terjadi Kontak Senjata di Pasar

Baca: Menduga Istrinya Ada Hubungan Gelap, Pria Ini Tebas Dokter Dengan Parang, Ada Luka Robek Lengan Kiri

Facebook Tribun Manado :

"Operasi TMC di Kalimantan Tengah tidak dilaksanakan karena BMKG melaporkan tidak terpantau adanya pertumbuhan awan potensial hujan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dari pagi sampai sore," ujarnya.

Menurut data BNPB, kualitas udara di Kalteng pada Kamis hari ini menjadi yang terburuk.

Angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kalteng mencapai nilai 1.057 dan masuk kategori berbahaya.

Jumlah titik api atau hotspot di Kalteng juga menjadi yang tertinggi yaitu 1.996 titik.

Kemudian, wilayah kedua dengan nilai ISPU tertinggi adalah Riau. Angka ISPU di wilayah tersebut adalah 390 dan juga dikategorikan berbahaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tangani Karhutla, Operasi Hujan Buatan Dilakukan di Riau"

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved