Sinonsayang Jadi Pusat Percontohan Pengembangan Sabut Kepala

Baik untuk kerajinan seperti tali, keset, peredam, bahkan jadi bahan furniture, papan dan peredam suara

Sinonsayang Jadi Pusat Percontohan Pengembangan Sabut Kepala
ISTIMEWA/PKM LPPM UNSRAT
Ketua PKM LPPM Unsrat Dr Dedie Tooy saat membawakan materi dihadapan petani kelapa Kecamatan Sinonsayang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wilayah Sinonsayang bakal menjadi pusat percontohan pengembangan sabut kelapa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat Dr Dedie Tooy mengatakan, dipilihnya Kecamatan Sinonsayang, karena merupakan salah satu daerah penghasil kelapa tertinggi di Kabupaten Minsel.

"Masih banyak masyarakat khususnya petani, yang tak tahu manfaat sabut kelapa. Sebagian besar sabut kelapa, hanya dibuang atau sekedar dibakar," kata Tooy yang didampingi tim Dr Tommy Lolowang dan Ir Handri Rawung, Rabu (18/09/2019).

Dengan program ini, kata Koordinator Kluster Inovasi Kelapa Unsrat ini, diharapkan para petani dapat memanfaatkan sabut kelapa dengan baik.

"Namun semua stakeholder juga harus terlibat dalam membantu petani kelapa agar supaya mereka bisa bertahan," kata dosen Fakultas Pertanian Unsrat ini.

Katanya, untuk tahap awal pihaknya melakukan pendampingaj 30 orang petani kelapa di Kecamatan Sinonsayang, khususnya dari Desa Poigar 1 dan 2.

Sementara Ketua Gapoktan Kecamatan Sinonsayang Drs Henky Toloh mengapresiasi Tim PKM LPPM Unsrat sebagai tindak lanjut dari program Tim PKM LPPM Unsrat.

Katanya, program ini sangat bermanfaat bagi para petani di Kecamatan Sinonsayang. Karenanya petani berterima kasih, bisa mendapatkan informasi banyak hal yang bisa dibuat dari sabut kelapa.

"Baik untuk kerajinan seperti tali, keset, peredam, bahkan jadi bahan furniture, papan dan peredam suara," ujarnya.

Petani, lanjutnya, berkeinginan kuat untuk kelanjutan dari program ini. Serta meminta tim LPPM Unsrat untuk memberikan pendampingan kelanjutan.

Program ini tak berhenti begitu saja dengan rencana menjadikan Sinonsayang sebagai pusat percontohan pengembangan sabut kelapa.

"Dukungan dari pemerintah daerah, Unsrat serta swasta menjadi modal dasar pengembangan kedepan," kata Tooy. (*)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Charles_Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved