Jokowi Berdoa Minta Hujan: Beri Tiga Instruksi Atasi Kebakaran Hutan
Presiden Joko Widodo melaksanakan shalat istisqa atau salat meminta hujan di Masjid Amrulloh, Landasan Udara Roesmin Nurjadin
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melaksanakan shalat istisqa atau salat meminta hujan di Masjid Amrulloh, Landasan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (17/9). Jokowi salat sebelum meninjau penanggulanan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
Presiden tiba di masjid pukul 07.30 WIB. Dia didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Turut mendampingi presiden adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Riau Syamsuar.
Baca: Atletico vs Juventus: Siap Dimaki Lagi
Sebelum meninggalkan masjid, presiden membuka bagasi belakang mobil dinasnya. Presiden mengambil setumpuk buku tulis lalu membagikan buku itu kepada anak-anak yatim yang berbaris di luar masjid. Jokowi bersama rombongan kemudian berangkat ke Kabupaten Pelalawan menumpang helikopter kepresidenan.
Rombongan presiden tiba di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan pukul 10.00 WIB menggunakan tiga helikopter. Beberapa menteri tampak mendampingi Presiden Joko Widodo.
Di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Wiranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung.
Jokowi disambut oleh warga yang menanti di sekitar helipad. Jokowi kemudian menyempatkan diri bersalaman dengan warga sebelum masuk ke mobil yang telah disediakan. Jokowi dan rombongan kemudian menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan yang berjarak enam kilometer dari helipad.
Setelah meninjau lokasi kebakaran, Presiden Joko Widodo mengatakan pencegahan adalah awal dari cara menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Menurut dia cara tersebut akan lebih efektif dan tidak membutuhkan banyak biaya.
"Kalau kejadian seperti yang kita lihat sekarang, sudah jadi kerjaan luar biasa," ujar Jokowi, Selasa (17/9).
Menurut Jokowi cara memadamkan api kebakaran hutan dan lahan membutuhkan banyak sumber daya TNI, Polri dan personel gabungan lain. "Saya tadi tanya TNI-Polri yang ada di sini, sudah lebih dari satu bulan. Kalau sudah kejadian, sulit untuk memadamkannya," katanya.
Baca: Lantunan Lagu Gugur Bunga Dinyanyikan Pegawai KPK, Menutup Aksi Protes Mereka yang Sempat Ricuh
Sebanyak 218 Individu dan Lima Korporasi Tersangka
Kepolisian Republik Indonesia telah menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia. Terkini, kepolisian menetapkan 218 individu dan lima korporasi sebagai tersangka.
Jumlah tersangka tersebut meningkat sejak Senin (16/9) lalu. Sebelumnya Polri mengabarkan menetapkan 185 individu dan empat korporasi sebagai tersangka.
"Sudah ada 218 tersangka perorangan dan lima korporasi," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/9).
Menurut Dedi tidak ada perubahan jumlah tersangka di Polda Riau, yaitu 47 tersangka individu dan seorang tersangka korporasi. Begitu juga dengan Polda Jambi, yaitu 14 tersangka individu tanpa tersangka korporasi.
Peningkatan jumlah tersangka terjadi di Polda Sumatera Selatan. Dari 18 tersangka individu menjadi 27 tersangka individu dan satu korporasi. "Tambahan satu korporasi dari Polda Sumsel. Nanti insialnya akan disampaikan," kata Dedi.
Polda Kalimantan Selatan menambah jumlah tersangka menjadi empat tersangka individu dari sebelumnya dua tersangka. Polda Kalimantan Tengah menetapkan 65 tersangka individu dan satu korporasi. Di Polda Kalimantan Barat terdapat 61 tersangka individu dan dua tersangka korporasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jokowi-menolak-revisi-uu-kpk1.jpg)