Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Mengintip Kuburan Seharga Rp 2 Miliar di Paniki, "Marmer Semeternya Saja Rp 7 Jutaan"

Hanya sebuah kuburan. Tapi harga pembuatannya fantastis bisa mencapai Rp 2 Miliar

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
Artur Rompis/Tribun Manado
Deretan Kuburan Mewah di Pekuburan Umum Harapan Sentosa Paniki 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Hanya sebuah kuburan. Tapi harga pembuatannya fantastis.

Berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Wow.

Itulah fakta unik dari Pekuburan Umum Harapan Sentosa.

Berlokasi di Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, pekuburan tersebut memang dikenal elit.

Memasukinya bak menjelajahi deretan perumahan elit.

Ada kuburan dengan
dinding marmer, patung berukir pada halamannya, pagar besi lengkap dengan taman.

Kuburan - kuburan tersebut juga megah dalam hal arsitektur.
Pun dalam gaya.

Ada gaya minimalis, oriental tionghoa, klasik serta eropa.

Semua kuburan itu merepresentasikan keyakinan penghuninya, yang diekspresikan lewat gaya bangunan serta arsitektur yang khas.

Ada patung Yesus, Bunda Maria, ada pula patung dewa bumi dan naga.

Soni penjaga kuburan yang ditemui Tribun Manado Minggu (15/9/2019) sore mengatakan, ada kuburan yang biaya pembuatannya mencapai Rp 2 miliar.

"Anda hitung saja marmer itu semeternya seharga 7 juta,
belum lainnya," kata dia.

Beber dia, beberapa bahan pembuatan kubur dipesan khusus.
Diantar pakai truk kontainer.

Menurut Soni, kuburan mewah paling murah disana adalah 200 an juta. "Ada yang 200
sampai 300 juta," kata dia.

Ia menjelaskan, harga per petak kuburan mewah dengan ukuran 9 kali 10 meter adalah 50 juta.

Tak seluruhnya mahal,
ada juga bagian pekuburan yang harganya terjangkau.

Harganya per lubang 3 juta.
"Letaknya di samping kiri," kata dia.
Ia membeber, kuburan tersebut banjir order.

Setiap pekan ada saja yang memesan.

"Luasnya kini ditambah,
jumlah kuburan kini sudah 3000 ribuan," kata dia.

Mengapa kuburan harus dibuat semegah itu ?.

Tribun beroleh jawabannya dari sejumlah keluarga yang melayat di kuburan itu.

Seorang pengusaha yang enggan disebut namanya menyebut hal itu berkaitan dengan kepercayaan.

"Bagi kami yang menganut ajaran Konghucu adalah sebuah keharusan untuk senantiasa berbakti pada orang tua, baik semasa hidup atau setelah meninggal," kata dia.

Dirinya tidak sayang mengeluarkan uang banyak demi dharma baktinya bagi orang tua.

Sebut dia, mereka kakak - beradik patungan untuk membuat kuburan itu.

"Harganya hampir 300 juta," kata dia.

Sebut dia, saat hari raya ceng beng, kuburan itu ramai.

Semua keluarga ngumpul dari anak, cucu hingga cece.

"Suasananya sangat meriah," kata dia. (art)

Baca: Dulu Kaya Raya, Bule Inggris Jatuh Miskin Nikahi Gadis Indonesia: Saya Dihisap Sampai Kering

Baca: VIRAL, Ular Anaconda Hangus Terbakar di Hutan Kalimantan, Diikat Warga dengan Tali Rafia

Baca: Kecelakaan Maut Rombongan Mahasiswa Ibadah Kebaktian: Ini Penyebab, Daftar Korban s/d Kronologinya

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Baca: TERUNGKAP, Mantan TNI AL Nekat Bakar Pajero Sport Karena Dipicu Masalah Sepele Ini

Baca: Wanita Mabuk Ini Menangis Pagi-pagi Buta di Dalam Toilet, Ternyata Ada yang Mencengkeramnya

Baca: Meski Wilayahnya Luas, Mengapa China Hanya Punya Satu Zona Waktu Resmi? Ini Penjelasannya

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved