Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Kaki Sakit Saat Berjalan, Waspada Penyakit Berbahaya Mengintai

Orang-orang yang mengalami hal ini bisa memiliki risiko yang lebih tinggi untuk serangan jantung dan stroke

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID - Waspada jika kaki terasa sakit saat berjalan.

Hal ini bisa saja indikasi adanya masalah serius pada jantung dan otak.

Nyeri kaki saat berjalan ini bisa saja menjadi tanda peripheral artery disease (PAD) atau penyakit arteri perifer.

Orang-orang yang mengalami hal ini bisa memiliki risiko yang lebih tinggi untuk serangan jantung dan stroke.

 Peripheral artery diseasebisa terjadi pada pria dan wanita.

Menurut Harvard Medical School, ini biasanya terjadi karena penuaan, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan paparan asap rokok jangka panjang.

Baca: 7 Minuman Pengganti Kopi yang Bikin Mata Melek, dari Matcha tea Hingga Kombucha

Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan

Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh

Orang-orang dengan PAD merasa sakit karena timbunan lemak di arteri kaki.

Timbunan lemak ini kemudian menghambat aliran darah ke otot dan juga arteri yang mendukung kinerja jantung dan otak.

Gejala PAD termasuk kram dan nyeri pada betis, paha, pinggul, atau bokong. Tapi PAD hanya memengaruhi otot dan bukan sendi.

Ini juga tampak berbeda dari nyeri otot yang disebabkan oleh olahraga.

Nyeri kaki yang berhubungan dengan PAD, hanya terjadi selama gerakan dan berhenti setelah istirahat sejenak.

Tidak seperti rasa sakit yang disebabkan oleh olahraga yang bisa berlangsung berjam-jam atau berhari-hari.

"Itu mungkin terjadi ketika kamu berjalan menaiki tangga atau menaiki bukit, dan kemudian kamu sering merasa perlu berhenti untuk istirahat," kata Aruna Pradhan, seorang ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Tetapi dalam beberapa kasus, PAD dapat menyebabkan nyeri kaki bahkan ketika duduk atau berbaring.

Pada beberapa orang mungkin juga akan mengalami perubahan warna pada kaki, luka penyembuhan lambat pada kaki, rasa dingin pada satu atau kedua kaki, dan pertumbuhan rambut kaki atau kuku yang lambat.

Perawatan penyakit arteri perifer

Dokter umumnya merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk mengobati penyakit ini.

Olahraga teratur, mengikuti diet sehat, dan menghindari merokok harusnya bisa membantu mengurangi gejala-gejala tersebut.

"Setelah penyakit arteri perifer didiagnosis dan kamu mengetahui mengapa kamu mengalami gejala itu, dokter akan menyarankan untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik demi membantu menjaga organ tubuh terkait tetap berfungsi," kata Pradhan.

Selain itu, ada juga obat yang diperlukan untuk kondisi ini. Dokter dapat meresepkan statin, yang dapat membantu mencegah pembentukan timbunan lemak, obat untuk mangontrol tekanan darah, dan aspirin untuk mencegah pembekuan darah.

Operasi juga bisa menjadi pilihan, ketika penyumbatan aliran darah memburuk.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaki Sakit Saat berjalan? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/09/14/181500620/kaki-sakit-saat-berjalan-hati-hati-bisa-jadi-tanda-penyakit-berbahaya?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved