News

Benarkah Risky Putra Meninggal Dianiaya di Rutan Manado? Simak Faktanya Berikut

Risky Putra, tahanan kasus narkoba di Rumah Tahanan Manado, meninggal. Kematiannya mengundang kecurigaan bahwa ia dianiaya di dalam rutan.

Benarkah Risky Putra Meninggal Dianiaya di Rutan Manado? Simak Faktanya Berikut
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Risky Putra, tahanan kasus narkoba di Rumah Tahanan Manado, meninggal. Kematiannya mengundang kecurigaan bahwa ia dianiaya di dalam rutan.

Risky mengembuskan napas terakhir di RSUP Prof DR dr RD Kandou Manado pada Kamis (12/9/2019), pukul 05.00 Wita. Jenazahnya langsung dikembalikan kepada keluarganya di Kelurahan Malendeng Lingkungan 1, Kecamatan Tikala, Manado, untuk segera dikebumikan.

Banyak pelayat datang ke rumah duka. Mereka mencoba menghibur Kartini Aneta yang tampak begitu terpukul atas kematian putranya.

Risky adalah anak pertama dari dua bersaudara. Usianya 21 tahun. Kartini terus menangis dan memeluk putranya itu.

"Kami sudah rela dan ikhlas kepergian anak kami," kata Kartini sedih sembari memeluk jenazah anaknya yang sudah ditutup dengan kain putih.

Kartini menjelaskan, saat masuk di Polresta Manado, anak lelakinya itu dalam keadaan sehat. Seiring berjalannya waktu, saat dirinya pergi menengok, anaknya sering mengeluh sakit pada bagian dadanya.

"Saya belum sempat bawakan air kelapa muda sampai dia meninggal, saya belum pernah bawakan air kelapa muda. Biarlah Sang Pencipta yang membalas, kami tidak mau perpanjang masalah ini," keluhnya.

Ia kaget ketika petugas dari Rutan Manado menelepon dirinya dan menginformasikan bahwa anaknya dalam keadaan sekarat.

"Saya kaget dapat informasi ini. Tapi mau bagaimana lagi, semua saya serahkan kepada Sang Pencipta. Kami hanyalah orang biasa, kami sudah rela," kata dia.

Kepala Rutan Manado Raden Budiman Priatna Kusumah membantah informasi yang beredar di masyarakat, terutama di media sosial, yang menyebut Risky tewas akibat dianiaya di dalam rutan.

Kepada Tribun Manado di ruang kerjanya, Budiman mengatakan Risky menghuni rutan kurang lebih satu bulan.

"Itu tahanan pengadilan, dititip dan dilepasin pengadilan. Kalau ada yang begitu, silakan keluarganya kesini. Di sini (rutan) kita rawat dan tidak ada pemukulan di dalam antarsesama tahanan," katanya meyakinkan.

Ia menyebut, Riski sempat dibawa petugas rutan ke poliklinik dan kemudian dibawa ke RS Advent Manado. Karena tidak ada perubahan atas kondisinya, ia kemudian dirirujuk ke RSUP Kandou Manado.

"Dia tidak ditahan dan masuk pembantaran; baru kurang lebih satu bulan ditahan. Indikasi penyakitnya meningitis, dapat panas seminggu dan pemeriksaan di RS Advent, ada rekam medisnya," jelasnya. (fer)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved