Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian

RENUNGAN HARIAN : Guru Maha Besar

Dapat dipahami kenapa Tuhan mengutus Elia untuk menegur langsung dengan keras raja yang tidak tahu diri itu.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
FACEBOOK/NICO GARA
Pendeta Nico Gara 

Renungan harian, Selasa (10/09/2019), oleh :
Pdt Nico Gara
Mantan Sekkum Sinode GMIM

Bacaan : 1 Raja-raja 18:16-19
Setahun: Yehezkiel 33-36
Nats: Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini ...." (1 Raja-raja 18:18)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pak Marto, guru kala saya masih SMP.

Beliau selalu marah besar terhadap murid yang ketika bersalah dan ditegur malah berusaha membenarkan diri dengan cara menudingkan kesalahan serupa pada teman yang lain.

Dulu saya tidak paham mengapa beliau marah sedahsyat itu.

Setelah dewasa, saya mengerti, guru kami itu sedang mengajarkan sesuatu yang serius kepada kami.

Israel sedang dilanda tahun-tahun kekeringan yang dahsyat (1Raj. 17:1).

Berikutnya, akibat kegagalan cocok tanam, kelaparan pun menyerbu dengan ganasnya (1Raj. 18:2).

Penyebabnya adalah rentetan tindakan Raja Ahab yang menimbulkan sakit hati Tuhan (1Raj. 16:30-33).

Celakanya, ia tidak merasa bertanggung jawab malahan mencari dan menudingkan jarinya kepada Elia seraya menganggapnya sebagai sumber petaka bangsa (ay. 17).

Dapat dipahami kenapa Tuhan mengutus Elia untuk menegur langsung dengan keras raja yang tidak tahu diri itu (ay. 18).

Sejujurnya mengakui andil kesalahan kita bukanlah perkara mudah.

Betapa seringnya alih-alih mawas diri, kita ini gencar mencari pembenaran dengan menyalahkan pihak tertentu.

Sepertinya, sumber masalah pasti selalu ada pada "kamu", "dia", dan "mereka".

Jari telunjuk kita menuding ke arah seberang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved