NEWS

Terus Menerus Suntik Anaknya, Pria Berusia 74 Tahun Divonis 45 Tahun Penjara : Tidak Ada yang Peduli

Richard Haynes kemungkinan akan meninggal di penjara setelah mendapat hukuman 45 tahun penjara karena berulang kali memerkosa putrinya sendiri.

Terus Menerus Suntik Anaknya, Pria Berusia 74 Tahun Divonis 45 Tahun Penjara : Tidak Ada yang Peduli
http://poskotanews.com/2014/10/28/gadis-mengaku-diperkosa-tiga-pria-di-musala/
Ilustrasi Gadis Diperkosa Seorang Pria. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -Terus Menerus Suntik Anaknya, Pria Berusia 74 Tahun Divonis 45 Tahun Penjara : Tidak Ada yang Peduli.

Seorang pria berusia 74 tahun Richard Haynes kemungkinan akan meninggal di penjara setelah mendapat hukuman 45 tahun penjara karena berulang kali memerkosa putrinya sendiri.

Dalam sidang di Pengadilan District di Sydney, Australia, hari Jumat (6/9/2019), Hakim Sarah Hugget mengatakan Haynes besar kemungkinan akan meninggal dalam penjara karena hukuman minimum yang harus dijalaninya adalah 33 tahun penjara.

Di masa-masa pertengahan sidang bulan Maret lalu, Richard Haynes yang sebelumnya diekstradisi dari Inggris, menyatakan diri bersalah atas serangkaian tuduhan pemerkosaaan, sodomi dan juga penyerangan seksual lain yang terjadi di tahun 1970-an dan 1980-an.

Korbannya adalah putrinya sendiri Jennifer Haynes yang ketika itu berusia antara 4 sampai 11 tahun.

Baca: Seorang Pria Ajak Istri dan Anaknya Jalan-Jalan, Dia Kemudian Mencuri Pisang, Akhirnya Seperti Ini

Baca: Pria 40 Tahun Paksa Istri Tetangga Untuk Layani Hasrat Seksual hingga Bagian Ini Robek Sekitar 5 cm

Baca: Kisah Pengantin Sakit Perut sampai Harus Tak Hadiri Acara Pernikahan, Ortu Gantikan Kedua Mempelai

BERITA POPULER:

Baca: Polisi Geledah Rumah Kontrakan Gadis Pemandu Lagu, Tak Sengaja Temukan Barang Ini

Baca: Tiba-Tiba Ada Memar di Tubuh, Dikira Dijilat Setan, Ternyata Ada Penjelasan Medis

Baca: BERITA TERBARU: Budi Sudarsono Diduga jadi Pedagang Kaki Lima, Jualan Sepatu, Begini Pengakuannya

Hakim menggambarkan apa yang dilakukan Richard Haynes terhadap putrinya merupakan tindakan"menjijikkan dan mengerikan" dan dilakukan untuk mempermalukan, dan menguasai seseorang.

"Manipulasi psikologis yang digunakan oleh pelaku, ditambah dengan tindak kekerasan digunakan untuk menekankan kekuasaan dia terhadap anak putrinya," kata Hakim.

Selama satu jam ketika membacakan keputusan, Hakim Hugget merinci tindakan yang dilakukan oleh Richar Haynes dimana dia mengancam, memarahi dan membuat putrinya seperti budak lewat pelecehan seksual.

Ketika mendengar keputusan hakim Richard Haynes tidak menunjukkan reaksi sama sekali dan tidak melihat ke arah putrinya ketika Richard Haynes dibawa oleh petugas.

Dalam persidangan Jennifer Haynes mengungkapkan bahwa bila dia memberitahu orang lain mengenai apa yang dilakukan bapaknya, ibunya akan meninggal karena itu kesalahan Jennifer Haynes.

Halaman
12
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved