Kriminal
Tersangka Penikaman Dibekuk, Kapolres Minta Duel 'El Classico' Stop Saling Serang
"Saya harapkan warga dua desa berhenti bertikai," kata dia. Dikatakan Kapolres, pihaknya tak segan menindak warga yang bertindak anarkis.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUN MANADO.CO.ID - Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Siahaan berharap warga dua desa Imandi dan Tambun berhenti bertikai menyusul penangkapan tersangka penikaman Jumat lalu.
Diketahui konflik teranyar dua kampung bertetangga itu disebabkan kejadian penikaman oleh Hubert Poluan warga Desa Pinonobatuan terhadap Donal Tuuk, warga Desa Imandi Jumat dini hari lalu.
"Saya harapkan warga dua desa berhenti bertikai," kata dia.
Dikatakan Kapolres, pihaknya tak segan menindak warga yang bertindak anarkis.
Gani mengatakan, aparat masih berjaga pada pos antara dua desa.
Informasi yang dihimpun Tribun, aparat langsung bergerak cepat.
Awalnya tim yang Kasat Reskrim polres kotamobagu AKP M Fadli coba cara persuasif dengan membujuk keluarga korban.
Tapi pihak keluarga enggan memberitahu keberadaan korban.
Sabtu pagi, aparat menyisir perkebunan Moosi dimana pelaku terinformasi melarikan diri di sana.
Baca: Usai Beraksi Dua Pelaku Begal Ini Melarikan Diri ke Arah Pusat Pendidikan TNI AD, Begini Kondisinya
Baca: Susi Susanti Kecewa, Warganet Bikin Petisi
Baca: VIRAL Mahasiswi Tanpa Busana Dekat Kampus UMS, Diduga Lari Keluar Karena Digagahi, Ini Faktanya
Nihil.
Aparat lantas menggeledah rumah rumah warga yang dicurigai jadi tempat persembunyian pelaku.
Sabtu siang, seorang keluarga pelaku memberi informasi jika pelaku bakal menyerahkan diri ke Polsek Dumoga Timur.
Aparat lantas membawa pelaku dari Polsek ke Polres.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan.
Donal Tuuk (38) warga kelurahan Imandi, tumbang setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh Ube Poluan (25), warga Desa Pinonobatuan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/polres-kotamobagu-5454102120.jpg)