Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Penyebab Sel Kanker Menyebar Cepat Adalah Kebiasaan Tidur Berlebihan

Menurut European Association of Urology Congress di Muenchen, Jerman, mendengkur atau ngorok bisa menyebabkan perkembangan sel kanker lebih cepat.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Internet
Ilustrasi kanker 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kanker getah beningnya yang ada pada Ria Irawan dikabarkan kembali menggerogoti tubuhnya.

Padahal Ria Irawan dinyatakan terkena kanker getah bening di tahun 2009 dan dinyatakan bebas kanker pada 2017 lalu

Sang adik, Dewi Irawan mengungkapkan jika sel kanker sang kakak telah menyebar ke seluruh tubuh.

“Iya (menyebar), itu metastasis,” katanya dilansir dari Kompas.com.

Dilansir oleh Intisari dari Canadian Cancer Society, metastasis atau kanker sekunder adalah kondisi ketika sel kanker menyebar dari lokasi pertama sel itu berkembang.

Seperti kasus Ria Irawan, kanker metastasis dapat berkembang beberapa tahun setelah diagnosis pertama kanker.

Perawatan kanker metastasis biasanya lebih sulit daripada kanker yang tidak menyebar.

Sayangnya, ada satu hal yang dianggap umum bisa memicu perkembangan dan penyebaran sel kanker.

Melansir The Independent, perkembangan dan penyebaran kanker dapat dipicu oleh kebiasaan tidur yang buruk.

Menurut European Association of Urology Congress di Muenchen, Jerman, mendengkur atau ngorok bisa menyebabkan perkembangan sel kanker lebih cepat.

Hal ini dikarenakan kebiasaan tidur tersebut menyebabkan hipoksia.

Baca: Wanita Ini Syok saat Beli Gorengan, Lihat Bungkusan yang Dipakai Ternyata Dokumen Dijual Ibunya

Baca: Polisi Menangkap Seorang YouTuber, Membuat Kolase Foto Lawas dan Judul Cenderung Provokatif

Baca: Daftar Makanan Enak yang Jadi Obat Kuat Alami

Baca: Nginap di Hotel Mewah Spanyol, Nikita Mirzani Kepergok Pakai Tas Seharga Rp 1,2 Miliar

Baca: Anak Samuel Zylgwin Dikritik Saat Makan Pakai Tangan Kiri, Sang Ibu Geram Hingga Ungkap Hal Ini

Baca: Kartika Putri Pamer Foto Keluarga, Pertama Kalinya Habib Usman Berpose Tanpa Pakai Topi

Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ tubuh.

Hipoksia merupakan salah satu dampak dari sleep apnea, gangguan umum ketika terdapat jeda dalam pola pernapasan atau memiliki napas dangkal saat tidur.

Dalam banyak kasus napas terhenti selama sepuluh detik atau lebih setiap dua menit.

Dr Antoni Vilaseca, seorang peneliti dari Hospital Clinic of Barcelona mengatakan pasien yang menderita sleep apnea obstruktif biasanya menderita hipoksia intermiten pada malam hari.

Ia menjelaskan bahwa hipoksia intermiten berpotensi mengembangkan pembuluh darah dalam tumor yang membuat tumor memiliki akses untuk memakan lebih banyak nutrisi.

Meski ia mengatakan studi ini dilakukan pada hewan, penelitian ini mengungkap mekanisme mengapa kondisi kekurangan oksigen ke jaringan tubuh bisa membuat kanker berkembang lebih cepat, jelas Vilaseca.

Sedangkan untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan oksigen, peneliti menyarankan orang-orang yang memiliki gangguan tidur atau menderita kanker untuk menggunakan masker udara.

Baca: Sekjen FAM Kecewa dengan PSSI, Buntut Bentrok Suporter Indonesia dan Malaysia

Baca: Live Streaming TVRI Brazil vs Kolombia, Tite Optimis Brazil Menang Bakal Mudah

Baca: Lagi, Sulut United Gagal Curi Poin, Kalah 1-0 di Kandang Persiba

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved