Nasional
Kecelakaan Tragis, Pesawat Terjatuh, Korbannya 95 Penumpang, Salah Satunya Gubernur
Begini fakta mengenai kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa tahun lalu.Tepatnya di tahun 2005,
TRIBUNMANADO.CO.ID - Begini fakta mengenai kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa tahun lalu.
Tepatnya di tahun 2005, pernah terjadi kecelakaan paling tragis di Indonesia.
Sebuah Pesawat yakni Mandala Air dengan nomor penerbangan RI91 jatuh dan terbakar pada 5 September 2005 lalu.
Dikutip dari laman dw.com, pesawat tujuan Jakarta tersebut jatuh sesaat setelah lepas landas pada pukul 09.40 WIB dari Bandara Polonia Medan.
Pesawat jenis Boeing 737-200 itu jatuh persis di tengah jalan Jamin Ginting, kawasan pemukiman Padang Bulan.
Diketahui, pesawat tersebut mengangkut 117 orang yang terdiri dari 112 penumpang dan lima awak.
Kecelakaan pada 14 tahun silam itu merenggut korban sebanyak 95 penumpang, lima awak pesawat, dan 49 orang di darat.
Baca: Seorang Polisi Mengalami Luka Saat Pengamanan Pertandingan Bola Indonesia Melawan Malaysia
Baca: Ini Pilihan Aktivitas Yang Bisa Anda Lakukan Saat Bosan Menunggu
Baca: Ini Fakta Terkait Dua Jenderal Yang Berkantor di Papua Pasca Unjuk Rasa Berujung Kerusuhan
Facebook Tribun Manado :
Baca: Simak Ini, Minum Teh Manis Hangat di Pagi Hari Bisa Membuat Gigi Menjadi Rusak, Dampak Lainnya
Baca: ZODIAK Hari Ini Jumat 6 September 2019, Virgo Memimpin Dengan Berkualitas dan Pisces Berjaya
Baca: Ini Kata Presiden Joko Widodo Mengenai Mobil Kepresidenan Yang Mogok 10 Kali
Instagram Tribun Manado :
Sedangkan, 18 penumpang dilaporkan selamat.
Salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala Air adalah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kala itu, Tengku Rizal Nurdin.
Selain Tengku Rizal, dua anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumut, Abdul Halim Harahap dan Raja Inal Siregar yang juga mantan Gubernur Sumatera Utara masuk dalam daftar penumpang yang tewas.
Melansir dari Kompas.com, isu yang menyeruak setelah kecelakaan itu adalah, pesawat terlampau berat karena mengangkut kargo durian.
Setelah pesawat Boeing 737-200 registrasi PK-RIM tujuan Medan-Jakarta itu melaju di runway, roda pesawat sempat meninggalkan aspal runway sejenak.
Pesawat kemudian stall (kehilangan daya angkat) jatuh kembali ke landasan dan terus melaju hingga keluar ujung landasan (overrun), menabrak belasan rumah di sepanjang jalur ujung luar runway.
Memang benar ditemukan kargo durian di puing reruntuhan PK-RIM, namun hasil akhir penyelidikan KNKT menyebut, kargo dan CG (center of gravity) pesawat, tidak turut andil sebagai faktor yang berkontribusi kepada gagal takeoff-nya Mandala RI91.
Menurut KNKT, penyebab utama dari kecelakaan RI91 adalah flaps dan slats pesawat yang tidak menjulur keluar, dan kru (pilot dan kopilot) tidak mengetahuinya akibat kerusakan teknis yang juga tidak disadari oleh kru pesawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kecelakaan-pesawat-mandala-air-2q3626.jpg)