NEWS
Tenaga Kerja Wanita Ini Hilang Selama Puluhan Tahun di Arab Saudi, Sejak Dia Lulus Sekolah Dasar
Mencuri perhatian publik kisah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia. Dia merantau di luar Indonesia tepatnya di Arab Saudi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mencuri perhatian publik kisah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia.
Dia merantau di luar Indonesia tepatnya di Arab Saudi.
Dia kemudian dikabarkan hilang selama puluhan tahun.
TKW tersebut berasal dari Cirebon. Namanya Carmi (48) bekerja di Arab Saudi dan hilang selama 31 tahun.
Carmi, TKW di Arab Saudi akhirnya ditemukan usai menghilang selama 31 tahun dan tak bisa dihubungi oleh pihak keluarga.
Selama menghilang, TKW yang sudah 31 tahun bekerja di Arab Saudi itu bahkan lupa berbahasa Indonesia.
Kisah sedih itu dialami oleh keluarga Ilyas (85) dan Warniah (75), orang tua Carmi yang mengaku kehilangan sang putri sulung 31 tahun lamanya.
Baca: Dua Jenderal Berkantor di Tanah Papua, Sudah Berjalan Tiga Hari Ini, Alasannya Bikin Terharu
Baca: Pentingnya Melaksanakan Puasa Sunnah Senin Kamis, Bisa Terhindar dari Kanker, Ini Bacaan Niatnya
Baca: Sopir Angkot Cari Tempat Sepi dan Suntik Seorang Wanita, Tak Sadar Direkam, Videonya Tersebar
Facebook Tribun Manado :
Baca: Satu Polisi Meninggal Dunia Setelah Ditabrak Truk Saat Bertugas di Jalan Tol, Dia Berpangkat Aiptu
Baca: ZODIAK Cinta Untuk Kamis 5 September 2019, Kebahagiaan Akan Hadir Dalam Kehidupan Asmara Leo
Baca: Bau Mulut Ternyata Bisa Disebabkan Karena Perut Kotor, Ini Cara Mengatasinya Dengan Makanan
Instagram Tribun Manado :
Melansir dari laman Kompas.com, keluarga Ilyas yang tinggal di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon merasa bersyukur usai mendengar keberadaan Carmi.
Pasalnya, Carmi sudah bekerja di Riyadh, Arab Saudi sejak tahun 1988 atau 31 tahun silam.
Carmi langsung bekerja menjadi TKW usai lulus sekolah dasar dengan usia sekitar 13 tahun saat itu.
Namun, untuk memenuhi syarat administrasi, Carmi menuakan umur.
Carmi nekat bekerja menjadi TKW di Arab Saudi lantaran ingin mengubah nasib keluarga.
Semula ia sempat dilarang oleh kedua orang tuanya tetapi tekat ingin membantu biaya sekolah adik-adiknya yang sudah bulat membuat Carmi meninggalkan keluarga untuk mengadu nasib.
Namun, apa boleh dikata, nasib mujur belum berpihak padanya.
Meski sempat berkirim surat, Carmi belum sekalipun mengirimkan uang untuk keluarga dan justru menghilang di tahun 1995.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/carmi-tkw-asal-cirebon-yang-31-tahun-2353215.jpg)