Berita Kotamobagu

Harga Sayuran di Kotamobagu Naik, Pengaruh Musim Kemarau

Musim kemarau yang terjadi di kawasan Bolaang Mongondow Raya beberapa bulan terakhir menyebabkan harga sayuran di beberapa pasar Kota Kotamobagu naik

Harga Sayuran di Kotamobagu Naik, Pengaruh Musim Kemarau
Tribun manado / Alpen Martinus
Harga Sayuran di Kotamobagu Naik 

Harga Sayuran di Kotamobagu Naik, Pengaruh Musim Kemarau

TRIBUNMANADO.CO.ID - Musim kemarau yang terjadi di kawasan Bolaang Mongondow Raya beberapa bulan terakhir menyebabkan harga sayuran di beberapa pasar Kota Kotamobagu naik.

Semisal di Pasar 23 Maret Kotamobagu, hampir semua jenis sayuran mengalami kenaikan.

"Iya, semua sayuran naik beberapa bulan terakhir ini," ujar Lidia Gumbola pedagang sayur di Pasar 23 Maret, Kamis (5/9/2019).

Ia merincikan, untuk rempah campur biasa Rp 2 naik Rp 5 ribu satu ikat, terong biasa Rp 2 ribu sekarang Rp 10 ribu tiga ikat.

Ada juga sayur pakis biasa Rp 2 ribu per ikat naik Rp 10 ribu per tiga ikat. Kangkung yang biasanya hanya Rp 2 ribu satu ikat, sekarang naik Rp 10 ribu iga ikat.

Juga satur gedi naik jadi Rp 4 ribu, padahal biasanya Rp 2 ribu per ikat, selada juga sama.

BERITA POPULER:

> Polisi Tangkap Dua Orang Wanita Saat Akan Layani Tamu Khusus Layanan Tiga Orang Sekali Main

> Kebencian Dana pada Aulia Kesuma Terungkap Lewat WhatsApp, AK: Dia Nggak Suka Waktu Saya Hamil Rena

> Dua Jenderal Berkantor di Tanah Papua, Sudah Berjalan Tiga Hari Ini, Alasannya Bikin Terharu

Sawi naik Rp 5 ribu per ikat biasanya Rp 3 ribu, kacang panjang biasa Rp 2 ribu, sekarang Rp 3 ribu per ikat, bayam biasa Rp 5 ribu, naik Rp 8 ribu per ikat.

"Biasa kami ambil sayuran ini dari Molinow, Modayag, Tuduao, dan beberapa wilayah lain," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved