Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Indonesia Kontra Malaysia: Pertaruhan Kebanggaan Negara

Timnas Indonesia melakoni laga perdana dengan menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Pemain timnas Indonesia Stefano Lilipaly (keempat kanan) bersama rekan setimnya mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Latihan tersebut sebagai persiapan melawan timnas Malaysia pada 5 September dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Grup G Zona Asia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Timnas Indonesia melakoni laga perdana dengan menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9). Bukan sekadar laga biasa, tapi banyak pertaruhan di dalamnya termasuk pertaruhan kebanggaan kedua negara.

Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy bakal menjalani ujian perdana di turnamen resmi FIFA bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia. Indonesia berada di grup G bersama dengan Malaysia, Thailand, Vietnam dan Uni Emirate Arab.

Baca: Lebih 500 Ribu Tautan Sebar Hoaks Papua: Paling Banyak Menggunakan Twitter

“Sebenarnya, saya tidak berharap lawan Malaysia di laga pertama,” kata Simon McMenemy dalam konferensi pers jelang laga di SUGB, Rabu (4/9).

Simon yang tidak ingin bertemu Malaysia di laga pertama ini bukan karena gentar, Simon justru ingin bertemu dengan tim-tim kuat lainnya di luar Asia Tenggara agar para pemainnya bisa mendapatkan kualitas pertandingan yang bagus.

Meski demikian, menghadapi Malaysia menurutnya memang bukan cuma sekadar laga biasa, tapi banyak pertaruhan di dalamnya; kebanggaan kedua negara.

“Ketika undian, saya harap dapat lawan negara Asia supaya pemain dapat pengalaman. Sekarang lawan malaysia pengalaman mereka tidak banyak, tapi laga nanti menguji mental dan motivasi pemain,” kata Simon.

“Saya berharap pertandingan besok yang sesungguhnya, karena besok tidak hanya memperebutkan poin dan menang-kalah tapi ada pertaruhan kebanggaan negara. Banyak sekali sejarah antara Indonesia-Malaysia,” sambungnya.

Jelang menghadapi laga Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia sudah ditempa dengan beberapa kali pemusatan latihan baik di luar dan dalam negeri.
Tak hanya segi kualitas pemain dan formasi, Simon McMenemy juga menyiapkan pemain agar kuat mental.

“Kami sudah mempersiapkan mental ini lebih dari dua minggu, dan yang terpenting adalah fokus. Mungkin saja nanti ada rasa gugup. Tapi yang paling penting kami sudah siap, kami harus fokus dalam bertahan dan menyerang, fokus hingga 95 menit,” jelasnya.

Baca: Lili Ingin Keterwakilan Perempuan di Komisioner KPK

Di luar pertandingan, Simon meminta agar suporter Indonesia juga bisa membangkitkan mental pemain dengan cara memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Bahkan, ia sempat mengingat keriuahan GBK ketika ia melatih Filipina dan menghadapi Indonesia pada laga semifinal Piala AFF 2010.
Karena menurutnya suara bising suporter di Stadion pastinya selain meningkatkan mental pemain juga bisa memberikan tekanan kepada tim lawan saat bertanding.

“Saya berharap besok suporter Indonesia memenuhi Stadion dan membuat bising. Pastinya kalau Stadion penuh para pemain bisa tampil lebih percaya diri,” kata eks Pelatih Timnas Filipina tersebut.

Sementara itu, kapten Andritany Ardhiyasa menyatakan para pemainnya sudah dalam kondisi siap. Serupa dengan Simon, pemain asal Persija Jakarta itu juga berharap suporter Indonesia bisa memenuhi SUGBK.

“Sebagai seorang pemain persiapan kami sudah cukup bagus, dan kami siap menghadapi laga besok. Untuk saya pribadi, pertandingan besok adalah tujuan utama kami, karena kami sudah persiapan ke Australia hingga Myanmar, untuk laga ini,”

“Besok kami harus mendapatkan hasil yang terbaik, karena ini menyangkut ranking FIFA, dan kans kami ke Piala Dunia. Saya berharap suporter semua bisa memadati GBK, karena bagi kami suporter adalah dorongan serta motivasi besar untuk kami,” harapnya.

Baca: Gagal ke Real Madrid, Eriksen Jadi Incaran Man Unitet, Tottenham Hotspur Tak Mau Berikan Gratis

McMenemy memastikan bahwa timnas Garuda akan tampil menyerang. McMenemy merasa laga di kandang ini adalah kesempatan meraih poin penuh. Hasil positif sangat dibutuhkan timnas Indonesia sebagai modal mereka untuk menatap laga-laga selanjutnya.

"Ketika melawan Malaysia, kami mau menguasai dan mengontrol pertandingan. Kami tak akan bertahan melawan Malaysia. Kami akan mencoba menyerang mereka dan tentunya kami akan mencoba menciptakan peluang. Ini adalah rumah kita, ini adalah Jakarta, ini adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno," ucap McMenemy.

Dua pemain timnas Indonesia berpengalaman berkompetisi di Malaysia. Keduanya adalah Saddil Ramdani dan Andik Vermansah.

Saddil membela Pahang FA sedangkan Andik Vermansah pernah bermain untuk Selangor FA dan Kedah. "Sangat penting ya pengalaman yang dibawa oleh Saddil dan Andik," ujar Simon McMenemy.

"Sadil lebih tepatnya dia sudah main di empat tim berbeda tahun lalu dan pengalaman yang bisa dibawa ke tim sangat penting. Kita semua tahu Saddil itu sangat muda dan kemarin ketika Greg Nwokolo cedera, akhirnya kita punya kesempatan untuk memanggil Saddil ke timnas Indonesia," tutur pelatih asal Skotlandia itu.

Menghadapi Malaysia tentu memiliki gengsi tersendiri bagi Indonesia. Tak jarang laga timnas Indonesia melawan Malaysia berjalan panas dan diprediksi laga ini pun akan berjalan panas akibat seperti yang pernah terjadi pada pertemuan sebelum-sebelumnya.

Menghadapi pertandingan ini, pelatih timnas Malaysia Tan Cheng Hoe secara resmi membawa 24 nama pemain. Di antaranya menyertakan nama sejumlah pemain muda.

Ada empat pemain timnas Indonesia yang berpengalaman bermain di Malaysia, yakni Andik Vermansah, Evan Dimas, Ferdinand Sinaga, dan Saddil Ramdani.
Saddil menjadi satu-satunya pemain timnas Indonesia yang masih berkarier di Malaysia, tepatnya bersama klub Pahang FA.

Tuan rumah Indonesia sudah menyiapkan kendaraan taktis Barracuda untuk mengantar skuat Malaysia dari hotel menuju stadion.

Namun tim nasional Malaysia menyatakan tidak akan naik kendaraan barracuda saat menuju Stadion Gelora Bung Karno. Seperti disampaikan Deputi Sekjen Bidang Pengembangan Bisnis Marshal Masiita.

"Naik barracuda seakan-akan mau perang. Tidak. Jangan. PSSI tidak ingin dibuat mencekam. Ini sama seperti PSM vs Persija di Makassar. Kami tak ingin ingin dibuat mencekam," kata Marshal.

PSSI, lanjut Marshal, tak ingin membuat suasana pertandingan seakan mencekam. "Kami bersyukur sekali Polda Metro Jaya sudah bantu kami semuanya. Karena mereka juga tahu ini laga penting. Sudah lama juga tak ketemu Malaysia. Ini Kualifikasi Piala Dunia 2022, tensinya tinggi," ujarnya.

"Tapi kami akan lihat nanti. Sejauh ini tak ada yang aneh-aneh. Tak ada permintaan di luar pertandingan friendly atau laga biasa," jelasnya.

Marshal meminta suporter timnas bisa menjaga situasi agar pertandingan bisa berjalan lancar. "Rivalitas cuma 90 menit. Selebihnya teman. Itu yang kami bilang saat FAM datang ke sini," kata Marshal.

"Ini bukan mau ribut. Kita tetangga ASEAN. Kita satu rumpun," jelasnya menambahkan. FAM sendiri meminta alokasi 3500 tiket untuk suporter mereka. (Tribunnews/Abdul Majid/Bolasport)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved