KPI Ikut Pameran Energi di Malaysia

Sebagai salah satu pemasok listrik di Indonesia melalui kapal pembangkit listrik, PT Kar Powership Indonesia

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
istimewa
Regional Director PT Kar Powership Indonesia Mehmet Ufuk Berk (kiri) berbincang dengan pengunjung MITEC di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KUALA LUMPUR – Sebagai salah satu pemasok listrik di Indonesia melalui kapal pembangkit listrik, PT Kar Powership Indonesia (KPI) ikuti ajang "Powergen Asia" di MITEC, Malaysia, pada tanggal 3-5 September 2019.

Baca: Wiranto Beberkan Perbedaan Papua, Papua Barat dan Timor Timur, Intinya Tidak Ada Referendum

Ajang ini diikuti oleh sejumlah pemimpin perusahaan di bidang energi seluruh dunia. Partispasi KPI dalam ajang pameran dan konferensi ini untuk memperluas koneksi dalam industri dan meningkatkan pengetahuan mengenai merek serta produk terhadap para pemangku kepentingan di Asia Pasifik

“Ini merupakan tahun pertama kami berpartisipasi dalam “Powergen Asia 2019”. Pameran ini akan menjadi pengalaman yang sangat positif, karena tidak hanya dapat memperluas jaringan bisnis, tetapi kami juga dapat lebih banyak mengenal perusahaan lain di industri yang sama.

Terlebih kami dapat berbagi ide mengenai teknologi yang paling mutakhir untuk menyediakan listrik kepada seluruh wilayah Asia Pasifik,” kata Regional Director PT Kar Powership Indonesia, Mehmet Ufuk Berk, di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia melalui rilis ke tribunmanado.co.id, Selasa (3/9/2019).

Ufuk menambahkan, ajang ini akan dimanfaatkan untuk menjajaki bisnis ke negara-negara di Asia, mengingat bahwa. “Jadi ini kesempatan baik bagi KarPowership untuk memperkenalkan seluruh proyek-proyek yang yang berhasil dikerjakan,” ujarnya.

Baca: Anda Berpotensi Punya Kekuatan Super, Ini Penjelasannya

Ia menambahkan keunggulan PT Kar Powership Indonesia terutama karena Powership tidak menggunakan bahan bakar diesel yang mahal, dan memanfaatkan bahan bakar minyak maupun gas alam sehingga hal tersebut menjadi aspek penting yang membedakan Powership dengan pembangkit listrik lainnya.

Fleksibilitas bahan bakar Poweship, menurutnya, memberikan pilihan kepada pelanggan berdasarkan kesediaan bahan bakar dan kondisi kapal pembangkit listrik yang beroperasi.

Banyak negara tidak memiliki pipa distribusi LNG atau fasilitas pencairan dan regrasifikasi untuk mengimpor gas alam. Negara-negara ini dapat dengan mudah mengimpor HFO bersulfur rendah dengan harga terjangkau tanpa harus membangun fasilitas distribusi.

Ia juga menjelaskan jika konsep Powership telah mencapai standar lingkungan secara global, telah menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan meminimalisir dampak lingkungan.

Baca: Mantan Pemain Persib Jadi Ikon FIFA 20

Powership juga memiliki keunggulan ketika digunakan untuk membangkitkan listrik di Indonesia; mulai dari kecepatan relokasi tanpa lahan, fleksibilitas bahan bakar, efisiensi penggunaan bahan bakar, sedikitnya suara yang dihasilkan, dan rendahnya produksi limbah.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Kar Powership Indonesia juga telah melakukan beragam program CSR selama dua tahun di bidang sosial, seperti mendistribusikan paket Ramadhan dan Natal di seluruh wilayah operasional, di bidang edukasi, seperti membangun laboratorium komputer dan mendistribusikan peralaran sekolah untuk murid sekolah dasar.

PT Kar Powership Indonesia (KPI) juga melaksanakan program di bidang kesehatan berupa penyerahan bantuan kepada penduduk di pulau-pulau terpencil. Dalam melaksanakan program bantuan tersebut, KPI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk mengadakan ‘Rumah Sakit Terapung’ untuk pulau-pulau terpencil.

Karpowership merupakan pemilik, operator, dan pembangun satu-satunya armada Powership™ (pembangkit listrik apung) di dunia dan menjalankan peran aktif dalam investasi jangka menengah dan panjang; menyediakan akses listrik dengan cepat, terjangkau dan dapat diandalkan.

Saat ini, Karpowership memiliki dan mengoperasikan 22 Powerships dengan kapasitas hingga 3.500 MW dan selanjutnya 5.000 MW sedang dalam proses konstruksi. Dengan lebih dari 2.500 karyawan di seluruh dunia; Karpowership beroperasi di Indonesia, Lebanon, Mozambik, Ghana, Sierra Leone, Guinea-Bissau, Gambia dan Karibia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved