News

Forkompimda Sulut Gelar Coffee Morning Dengan Tema Bersatu Menuju Sulut Hebat

Forkopimda Sulut dan komponen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Forkompimda Sulut Gelar Coffee Morning Dengan Tema Bersatu Menuju Sulut Hebat
Istimewa
Forkompimda Sulut Gelar Coffee Morning Dengan Tema Bersatu Menuju Sulut Hebat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, M.Mar., Stud bertatap muka dengan petinggi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam coffee morning bertemakan “Bersatu Menuju Sulut Hebat”.

Diketahui forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut dan komponen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dalam acara coffee morning yang dilaksanakan di Hotel Four Point, Manado, Jumat (30/8/2019)

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 131/Stg, Kabinda Sulut, Kazona Maritim Tengah, Danlanudsri Mdo, Kajati Sulut, tokoh agama dan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. (Penlantamal VIII).

Para petinggi Sulut dan tokoh-tokoh agama menyampaikan pesan-pesan penting dalam rangka menjaga situasi Sulut agar tetap berada dalam keadaan aman dan kondusif dengan tidak mudah percaya terhadap berita-berita provokatif yang belum tentu benar.

Ketua Sinode GMIM Pdt DR. Hein Arina M.Th., menyampaikan kegiatan ini merupakan suatu bentuk kekeluargaan yang sangat mendalam bagi kita semua.

Serta jangan mengabaikan nilai-nilai kekeluargaan dan pelayanan kepada jemaat serta masyarakat sehingga kedamaian dan ketentraman di wilayah Sulut tetap terjaga dan terlaksana.

Selanjutnya Ketua MUI Sulut KH. Abd Wahab A. Gafur menyampaikan bahwa, segalanya bisa hancur apabila kita tidak hidup rukun dan damai serta mengenal satu sama lain. Negara Indonesia yang sangat luas dan paling banyak ras, suku dan budayanya seyogianya harus rukun dan damai jaga persatuan bangsa kita, saling hormat menghormati dan jaga lisan kita agar tidak menyakiti sesama.

Romo dari Gereja Katedral Manado juga menyampaikan hal senada bahwa kita semua bersaudara tidak ada perbedaan. Jangan mudah diprovokasi karena suatu negara dan bangsa akan hancur apabila terprovokasi dengan hal-hal yang negatif. Apabila ada permasalahan di dalam keluarga, kelompok bahkan negara haruslah diselesaikan dengan baik dan benar.

Sementara itu Pangdam XIII/Merdeka Mayjend TNI Tiopan Aritonang menyampaikan, Sulut adalah tanah nyiur melambai yang melambangkan keberagaman suku dan budaya. Potensi konflik sewaktu-waktu dapat terjadi melalui isu sara, faham radikal, virus hoax, ujaran kebencian, arogan dan intoleransi.

Halaman
12
Penulis: Rian Sekeon
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved