Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Solusi Kejantanan Anda

Obat Kuat Ini 2 hingga 3 Jam Minum Baru Bereaksi, Disarankan Coba hingga 6 Kali Baru Menyerah

Banyak pria yang sebelumnya kuat di ranjang pada waktu tertentu berubah, sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk 'menghidupkan' lagi

Editor: Aswin_Lumintang
tribun medan
Racun Mematikan Laba-laba Disulap jadi Obat Kuat bagi Pria dan Wanita, Lebih Hebat dari Viagra. Ilustrasi hubungan intim 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak pria yang sebelumnya kuat di ranjang pada waktu tertentu berubah, sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk 'menghidupkan' lagi kejantanannya agar bisa 'bertempur dan tahan lama' di ranjang.

Solusinya banyak yang memilih meminum berbagai macam obat kuat. Hanya sering mereka gagal karena tak tahu cara penggunaan yang benar.

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

Obat kuat semacam Viagra, Levitra, Cialis bukan pil ajaib. Obat-obatan ini butuh faktor penunjang agar bekerja optimal.

Jadi, sebelum menyalahkan obat yang diberikan karena tidak berfungsi, ada baiknya memeriksa apakah prosedur pemakaiannya sudah benar atau belum.

Sebab, penelitian di Spanyol menyebut kalau 69 persen pria yang diresepkan memakai obat disfungsi ereksi jenis PDE5 seperti Viagra, Levitra, dan Cialis ternyata menggunakannya dengan cara yang salah. Mereka tak mengikuti prosedur pemakaian atau anjuran dokter.

 
“Masalah paling sering ditemui adalah para pria itu tak mendapat informasi yang cukup tentang bagaimana menggunakan obat kuat sejenis Viagra, Levitra, atau Cialis,” ucap Jacob Rajfer M.D, peraih gelar profesor di bidang urologi dari David Geffen School of Medicine UCLA.

Viagra
Viagra (Shutterstock)

Berikut lima kesalahan yang paling sering terjadi dalam menggunakan obat kuat jenis PDE5 :

1. Tak ada rangsangan seksual

Jadi jangan mengharapkan keajaiban mendapat ereksi optimal hanya dengan sekali menenggak pil ini . Obat ini butuh pendukung seperti rangsangan seksual. Jika pria tersebut tak mendapat rangsangan seksual, bisa dibilang obat ini tak bekerja optimal.

Untungnya sudah banyak pria yang mengerti hal ini. Tapi tetap saja ada kasus seperti ini.

“Kami, para ahli medis, memberi edukasi kalau obat ini butuh rangsangan seksual agar bekerja optimal. Rangsangan seksual apa pun, misalnya sentuhan, aroma, atau kata-kata,” ujar Rajfer.

2. Diminum setelah makan

PDE5 merupakan jenis obat yang bekerja optimal saat perut kosong. Tapi yang sering terjadi adalah obat ini diminum sesaat setelah makan.

“Sebaiknya tunggu dua hingga tiga jam setelah makan, baru minum obat ini. Sebab obat tersebut hanya terserap separuhnya jika diminum saat perut penuh oleh makanan. Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang harusnya mendapat dosis 100 miligram hanya mendapat 50 miligram. Tentu saja pengobatan jadi tidak optimal,” papar Rajfer.

 Yang perlu diingat, lanjut Rajfer, hal ini hanya berlaku untuk Levitra, Viagra, dan Cialis.  

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved