News

Manado Menuju Kota Metropolitan, Deretan Fasilitas Penunjang Ini Disiapkan

Mengenai jumlah penduduk kota metropolitan, menurutnya tingkat pertumbuhan penduduk di Kota Manado menurutnya harus dikendalikan.

Manado Menuju Kota Metropolitan, Deretan Fasilitas Penunjang Ini Disiapkan
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado, Bart Assa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), masuk dalam 10 kota metropolitan yang akan dikembangkan Pemerintahan Joko Widodo.

Untuk menunjang Kota Manado sebagai Kota Metropolitan Peter Karl Bart Assa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kini tengah menyelesaikan proyek-proyek.

"Proyek-proyek kita banyak, contohnya untuk sarana kesehatan kita sudah berlebih tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado ingin membangun lagi rumah sakit khusus melayani masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Pemkot memang dulu punya program Universal Health Coverage (UHC) tapi sudah tidak diizinkan lagi karena pemerintah pusat sudah mengelolah itu melalui JKN," bebernya.

Lanjutnya, kemudian sarana olahraga, pihaknya telah mendapatkan instruksi Wali Kota Manado, Vicky Lumentut untuk berkoordinasi dengan Dispora membangun sarana olahraga di eks TPA Sumompo.

Selanjutnya terdapat pasar, untuk menggerakan perekonomian masyarakat, di tiap kecamatan akan ada pasar sesuai perencanaan akan dibuat, yang pertama Pasar Restorasi Kayubulan, kemudian akan dibangun lagi di Buha.

"Jadi SPM ini yang akan kita penuhi terlebih dahulu secara keseluruhan berbarengan dengan penataan utilitas-utilitas kota untuk memberikan pelayanan maksimal dan melimpah kepada masyarakat," ucapnya.

Mengenai jumlah penduduk kota metropolitan, menurutnya tingkat pertumbuhan penduduk di Kota Manado menurutnya harus dikendalikan.

"Untuk pertumbuhan penduduk di Kota Manado itu harus kita kendalikan bukan didorong untuk lebih banyak lagi, jadi keliru jika jumlah penduduk sebagai syarat kota metropolitan."

Menurutnya, yang paling penting itu penduduk tidak berada di bawah garis kemiskinan.

"Kita membangun fasilitas di titik-titik daerah kumuh, dengan program kota U kita lebih gencar melakukan kajian-kajian dan mengimplementasikannya melalui pembiayaan APBN dan APBD. Sesuai data, ada 26 titik kumuh, dan perlahan akan dibenahi," bebernya.

Ia mengatakan, pemerintah memiliki rencana pembangunan Kota Baru dengan perencanaan jangka panjang.

"Nah hal yang perlu disesuaikan terlebih dahulu adalah revisi Perda Nomor 1 Tahun 2014, tentang rencana tata ruang wilayah Kota Manado yang harus didetilkan menjadi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Jadi untuk menuju Kota Metropolitan tidak boleh membangun semena-mena, kami PUPR terus mengingatkan agar tidak ada pembangunan yang melanggar tata ruang," tutupnya. (ana)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved