Info Penting
Cara Menghilangkan Kenangan dan Pengalaman Buruk Saat Kita Berlibur
Saat berlibur pasti ada hal yang tak sesuai dengan harapannya. Dan memang saat liburan tak selalu berjalan mulus dan menyenangkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat berlibur pasti ada hal yang tak sesuai dengan harapannya.
Dan memang saat liburan tak selalu berjalan mulus dan menyenangkan.
Kenangan akan peristiwa yang terjadi selama liburan tetap tersimpan dalam memori dan pikiran kita.
Hal ini normal, akan menjadi masalah hanya jika kenangan atau pengalaman buruk saat liburan kemarin terus kita ingat hingga menimbulkan perasaaan tidak nyaman.
Lantas, mungkinkah kita dapat menyortir kenangan tau pengalaman buruk saat liburan tersebut?
Baca: Saat Selesai Nonton Film Gundala Jangan Keluar Dulu, Lihat Adegan Terakhir Setelah Film Selesai
Baca: Simak Ini Tanda Awal Tubuh Mengalami Gangguan Kesehatan, Sakit Pada Jari dan Mata Kuning
Baca: Manfaat Garam Selain Sebagai Bumbu Dapur Juga Bisa Meringankan Sariawan dan Sakit Tenggorokan
Facebook Tribun Manado :
Baca: Sejak Ditetapkan Sebagai Tersangka Hingga Kini Tri Susanti Belum Ditahan
Baca: Terjadi Kerusuhan di Papua Hari Ini, Listrik Padam, Begini Penjelasan PLN
Baca: Duda Ini Pacaran Dengan Siswi SMP, Rayakan Hari Jadian Lakukan Ini di Kos, Akhirnya Ditangkap Polisi
Instagram Tribun Manado :
Bagaimana caranya?
Ternyata, menurut sains kita dapat melakukan hal tersebut.
Memori yang kita simpan tidak selalu mencerminkan kejadian yang sesungguhnya.
Otak menyimpan seluruh informasi yang kita terima, namun hanya memfokuskan beberapa fragmen tertentu dari pengalaman yang kita anggap berkesan saja.
Memori kita juga memiliki kecenderungan untuk mengingat akhir suatu kejadian dibanding saat berlangsungnya kejadian itu sendiri.
Sifat otak dan memori ini dapat kita manfaatkan untuk merangkai kenangan yang ingin kita ingat dalam jangka panjang dan tentunya yang membuat kita merasa bahagia, sekaligus membuang kenangan yang tidak ingin kita ingat kembali.
"Masa liburan terdiri dari tiga bagian, waktu sebelum liburan, waktu liburan, dan waktu setelahnya."
"Masa yang terpendek adalah waktu liburan itu sendiri. Jadi, kita perlu memikirkan lebih mengenai waktu sebelum, yaitu fase antisipasi, dan waktu sesudah, yang menjadi memori," ungkap Dan Ariely, peneliti ekonomi perilaku dari Duke University, seperti dilansir dari Popular Science.
Artinya, kenangan yang kita ingat bukan hanya peristiwa yang menyenangkan, namun yang meninggalkan kesan khusus pada otak kita.
"Duduk di pantai sambil meminum Moscow mule selama seminggu mungkin bisa membuat rileks, tapi hal itu tidak membuat memori yang berkesan. Nantinya, memori mengenai hal tersebut akan tercampur dengan hal-hal lainnya," lanjut Ariely.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-liburan-dengan-membawa-koper-23626.jpg)