Berita Kriminal
Sebelum Dikeroyok, Daniel Sempat Telepon Ibunya: Niel Bilang Segera Pulang
Daniel mengalami beberapa luka tebasan, tikaman di tubuhnya bahkan tangan kanan Daniel tertancap satu buah panah wayer, sampai Daniel harus naik meja
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Rizali Posumah
TRIBUAMADO.CO.ID - Sampai saat ini Daniel Chandra Palandeng (23) warga Kelurahan Mahakeret Timur, Lingkungan VI, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut, masih terbaring lemah di rumah sakit Bhayangkara Karombasan, Kota Manado Sulut.
Daniel mengalami beberapa luka tebasan, tikaman di tubuhnya bahkan tangan kanan Daniel tertancap satu buah panah wayer, sampai Daniel harus naik meja operasi di rumah sakit Bhayangkara, Karombasan.
Hal itu terjadi setelah Daniep yang keseharian bekerja sebagai ojek online ini dikeroyok beberapa pemuda di kompleks belakang Hotel Virgo, Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan IV, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulut, Rabu (28/8/2019) subuh, sekitar pukul 05.30 Wita.
Dan sampai saat ini sudah ada empat tersangka yang menyerahakn diri di Mapolsek Malalayang.
Ke empat tersangka yang menyerahkan diri yakni JSVP alias Bastian (20) warga Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulut, RN alias Iko (18) dan ET alias Xel (21) keduanya warga Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulut, serta lelaki VS alias Ikri (21) warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulut.
Ibu dan ayah korban yakni Yuliana Walewangko dan Jendri Palandeng, saat ditemui wartawan tribunmanado.co.id, di depan ruang operasi RS Bhayangkara, Rabu (28/8/2019) malam, sekitar pukul 18.00 Wita, mengatakan bahwa sebelum keluar rumah, Niel panggipan akrabnya pamit ke ibunya untuk pergi ke acara teman di Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
"Niel ditelpon temannya untuk menghadiri acara, dan Niel pamit dengan menggunakan sepeda motor," ujar ibu korban.
Berita Populer
Baca: VIRAL Pria Mualaf di Manado Meninggal 4 Jam setelah Ucapkan 2 Kalimat Syahadat: Husnul Khotimah
Baca: Kisah Ibu Rusmini Kepalanya Diinjak Anak Kandung, Beri Ampun Sebelum Dirinya Meninggal
Baca: KRONOLOGI Wanita & 3 Anaknya Bunuh 3 Adik dan 1 Cucu, Pembunuhan Rapi Ini Terungkap Setelah 5 Tahun
Lanjutnya, sekitar pukul 01.00 Wita, Niel menelpon dan mengatakan bahwa Niel akan segera pulang ke rumah.
"Niel sempat menelpon saya, dan mengatakan bahwa dia akan segera pulang, karena waktu itu sudah tengah malam," bebernya.
Katanya juga, namun sampai pagi Niel tidak pulang ke rumah, dan saat dirinya berada di rumah, dia mendapat kabar bahwa Niel berada di rumah sakit.
"Saya kaget mendengar kabar, bahwa anak saya Niel di rumah sakit karena di keroyok orang," katanya.
Sementara ayah korban mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang bekerja di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulut.
"Karena ada pekerjaan di Tondano, jadi saya pergi bekerja di Tondano, dan tadi pagi saya mendapat kabar bahwa anak saya dikeroyok dengan menggunakan senjata tajam," katanya.
Lanjutnya, dari Tondano dirinya datang ke rumah sakit Bhayangkara, dan melihat benar anaknya sedang terbaring lemah.
"Saya kasihan melihat anak saya, tubuhnya berlumuran darah. Banyak luka tebas dan tikam di tubuh anak saya, bahkan ada satu panah wayer masih tertancap di tangan kanan anak saya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/keluarga-korban-menunggu-di-depan-ruang-operasi.jpg)