Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Masih Mengungsi di Gereja

Pengungsi masih di gereja. Minggu (25/8/2019) malam, ada 30 KK kurang lebih 90 jiwa. Sekarang tinggal 17 KK

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Masih Mengungsi di Gereja
TRIBUNMANADO/dok
Gunung Karangetang masih terus menunjukkan aktivitasnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini masih ada 17 kepala keluarga (KK) yang diungsikan ke Gereja Galilea, yang bertempat di Desa Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara.

Pasalnya, guguran lava dari Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terus berlanjut, Selasa (27/8/2019).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro menyebutkan tak boleh ada aktivitas di radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Karangetang.

"Pengungsi masih di gereja. Minggu (25/8/2019) malam, ada 30 KK kurang lebih 90 jiwa. Sekarang tinggal 17 KK," kata Kepala Pelaksana BPBD Sitaro Bob Wuaten saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa siang.

Menurut Bob, saat ini status masih pada level III atau siaga. Apakah status Gunung Karangetang akan dinaikan, itu kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pada Kamis (29/8/2019), PVMBG akan datang ke lokasi dan melakukan evaluasi. Dari situ akan diketahui apakah para pengungsi masih tetap di tempat pengungsian atau bagaimana. Sekaligus status Gunung Karangetang.

"Yang pasti, sementara ini mereka (pengungsi) tetap di pengungsian dulu," ujar Bob. Soal kebutuhan para warga yang mengungsi, kata dia, tetap diperhatikan pemerintah daerah (Pemda) Sitaro.

"Bantuan dari pemda terus disalurkan, misalnya logistik makanan dan keperluan warga di pengungsian. Bantuan itu dari Dinas Sosial dan utamanya dari BPBD Sitaro," katanya.

Pos Pengamatan Gunung Karangetang mencatat, berdasarkan periode pengamatan Selasa ini, pukul 00.06-12.00 Wita, guguran lava mengarah ke Sungai Pangi, Nanitu, dan Sense. Luncuran guguran sejauh lebih kurang 1.000 sampai 1.500 meter.

Selain itu, Gunung Karangetang intens mengeluarkan asap. Kawah utama mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 75 sampai 100 meter di atas puncak kawah.

Sedangkan, kawah dua mengeluarkan asap setinggi lebih kurang 25 meter yang berwarna putih tipis. TNI-Polri terus membantu Pemda Sitaro dalam melakukan pemantauan, baik di lokasi pengungsian maupun daerah-daerah yang rawan terdampak guguran lava. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guguran Lava Gunung Karangetang Berlanjut, 17 KK Masih Mengungsi", https://regional.kompas.com/read/2019/08/27/14144341/guguran-lava-gunung-karangetang-berlanjut-17-kk-masih-mengungsi

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved