Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Kepsek Lingkungan Minta Jaga Sumber Air

Sekolah Lingkungan Kota Bitung menyoroti maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Kepsek Lingkungan Minta Jaga Sumber Air 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekolah Lingkungan Kota Bitung menyoroti maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Khouni Silva Lomban Rawung, mengantisipasi Karhutla di antaranya dengan menjaga kawasan penyangga air atau hutan.

"Kawasan hulu sungai atau hutan harus dijaga dengan baik agar pasokan air kita tetap berimbang di hilir," kata Khouni Sabtu (24/08/2019).

Istri dari Wali Kota Bitung ini pada kesempatan berbicara tentang hal ini di acara Pengembangan Sekolah Sungai Bitung guna meminimalisir bencana.

Kegiatan itu dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerja sama dengan Sekolah Lingkungan dalam hal ini sekolah Sungai belum lama ini di bantaran sungai Manembo-nembo Bawah.

Acara kemarin kata Khouni di buka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sadat Minabari mewakili Wali Kota Bitung tersebut diikuti oleh 124 peserta terdiri dari pihak sekolah, Komunitas dan pala serta RT.

Kepsek Lingkungan Minta Jaga Sumber Air
Kepsek Lingkungan Minta Jaga Sumber Air (ISTIMEWA)

Pada kesempatan tersebut duta Satwa Liar ini, meminta agar dapat disosialisasikan lagi persoalan kebersihan sungai kepada masyarakat.

"Ke depan setiap rumah yang ada di bantaran sungai harus menghadap sungai bukan membelakangi sungai agar sampah yang ada tidak lagi di buang ke sungai" jelasnya.

Dia pun meminta kepada kepala kelurahan sekitar sungai sekiranya dapat membuat taman sungai agar dijadikan tempat berkumpul masyarakat.

"Ini harus dilakukan jika perlu dilombakan," tambahnya.

Sementara pada kegiatan tersebut para nara sumber dari dinas PUPR lewat Kepala bidan Sumber daya air Risal Sompotan, BMKG, Dinas Tata ruang dan Wakil kepala Sekolah Lingkungan.

Di acara tersebut juga para peserta mampu mengangkat sampah sebanyak 108 kilogram sampah dari sungai sebagai bagian praktek sekolah sungai.

(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

BERITA TERPOPULER :

Baca: Satpam Tewas 30 Menit Setelah Isap Darah karena Digigit Ular Weling, Dokter: Kesalahan Besar

Baca: Kapolres Ditembaki Tiga Kali, Empat Orang Bersenjata Lari ke Belakang Pasar, Satu Orang Tertembak

Baca: Ayah Kandung Suntik Anak Gadisnya yang Masih Berusia 14 Tahun Hingga 3 Kali

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved