Berita Seleb
Kisah Judith Boyd, Influencer Berusia 76 Tahun yang Melawan Diskriminasi Usia Dalam Berkarya
Judith memiliki blog yang dinamakan "style crone", dan dia mengaku ingin merayakan pencapaian para perempuan tua, alih-alih meminggirkannya
Sebelum itu, Judith jauh dari dunia fesyen. Ia tumbuh di sebuah peternakan bersama tiga saudara laki-laki di pinggiran Minnesota, Amerika Serikat.
Ia punya seorang tante lajang yang bekerja di kota dan sering memandangnya sebagai contoh seseorang yang bergaya hidup glamor.
Di samping itu, Judith juga punya beberapa tante lain yang bekerja di kota dan tampil sangat modis.
Judith mengaku senang memperhatikan detail busana sejak usia muda meski tidak fokus pada gaya.
Menginjak usia 18 tahun Judith meninggalkan rumahnya dan mengikuti latihan suster di Minneapolis.
Di sanalah ia mulai membangun selera uniknya dalam berbusana serta ketertarikannya terhadap busana-busana bergaya vintage, terutama topi.
Judith beruntung karena rumah sakit tempat ia bekerja memperbolehkannya untuk mengekspresikan diri lewat fesyen.
Para pasien -yang banyak diisi pasien trauma dan pasien jiwa- juga mengapresiasi caranya berbusana.
Judith menikah di usia 23 tahun, dan memiliki dua anak. Dia lalu bercerai sebelum kemudian menikah lagi dengan pria bernama Nelson pada 1977, dan memiliki tiga anak.
Seperti Judith, Nelson juga sangat modis.
Meninggalnya sang suami
Judith pernah hancur ketika suaminya didiagnosa kanker pada 2005 dan meninggal pada 2011 di usia ke-62.
Sembilan bulan kemudian, dia meluncurkan blog mode yang membuatnya bisa terus bertahan meski ditinggal suami.
Bahkan ia sudah mulai menulis sejak Nelson melalui serangkaian kemoterapi.
Banyak hal yang terjadi setelah suaminya meninggal, dan hari-harinya setelah itu sangatlah berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/judith-boyd.jpg)