Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seorang Pengembala dan 19 Kerbaunya Tewas Tersambar Petir, Seberapa Bahayakah Petir Itu??

Untuk menghantarkan arus ke bumi, petir cenderung memilih tempat terbuka, obyek yang tinggi, dan tonjolan di permukaan bumi

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
KOMPAS.COM/DOK.POLRES TAPANULI TENGAH
Sebanyak 19 ekor kerbau yang mati akibat disambar petir diangkat menggunakan alat berat dan dikubur dalam satu lubang di Desa Sawo Lamo yang tidak jauh dari lokasi kejadian di Desa Uratan, Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Selasa (20/8//2019) sore 

Mengetahui sifat dan cara penghantaran petir, maka manusia sebenarnya bisa meminimalkan risiko tersambar.

"Jangan berada di tempat terbuka. Lalu jangan berada pada jarak kurang dari 2 meter dari obyek yang tinggi agar tidak tersambar," kata Syarif.

Jangan berpikir bahwa obyek yang bisa menghantarkan petir hanya logam.

Syarif menegaskan kembali, petir berbeda dengan listrik di rumah kita.

Petir memiliki sumber arus tetap, tapi tegangan berubah-ubah. Sementara listrik di rumah kita merupakan sumber tegangan, tegangan tetap dan arus berubah-ubah.

Karena itu, untuk bisa ke bumi, petir bisa lewat kayu dan bambu yang bukan penghantar listrik baik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penggembala dan 19 Kerbau Tersambar Petir, Kenapa Guntur Sangat Mematikan?", https://sains.kompas.com/read/2019/08/21/100507923/penggembala-dan-19-kerbau-tersambar-petir-kenapa-guntur-sangat-mematikan

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved