Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Tokoh

Sosok Tatang Koswara, Sniper Terbaik di Dunia, Tembak Kepala Musuh dari Jarak 300 Meter

Tatang untuk pertama kali menembak mati targetnya yang bertempur menggunakan senapan otomatis dalam pertempuran terbuka di Lautem.

istimewa via Tribun Lampung
Tatang Koswara sniper terbaik di dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita dibalik Tatang Koswara sniper terbaik di dunia.

Ini adalah kisah tentang Tatang Koswara, salah satu sniper terbaik di dunia yang pernah dimiliki Indonesia.

Simak kisah lengkapnya berikut ini:

Badannya masih tegap kendati usianya sudah 67 tahun. Demikian pula bahasa tubuhnya: sangat militer.

Dialah sosok legendaris sniper kelas dunia, Peltu (Purn) TNI Tatang Koswara, veteran perang Timor Timor ketika pertama kali bertemu penulis di bulan Januari awal tahun 2014.

Dalam misi tempur sebagai seorang sniper di medan tempur Timor Timur, salah satu tugas Tatang adalah memburu pimpinan tertinggi Fretilin saat itu (1975), Nicalau Lobato.

Sebagai sasaran paling potensial yang bernilai tinggi, Pak Tatang melaksanakan perburun total terhadap orang nomor satu Fretilin ini secara maksimal.

Kadang operasi perburuan Lobato sampai menggunakan helikopter.

Baca: Naskah Lengkap Pidato Kedua Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2019, Singgung Pemindahan Ibu Kota

Baca: Naskah Lengkap Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2019

Baca: 3 Polisi Terbakar saat Amankan Demo, Terekam Aksi Pelaku Penyiram Bensin, 15 Mahasiswa Diamankan

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Tak hanya Pak Tatang yang ditugaskan secara khusus untuk memburu Lobato, tim dari Pasukan Khusus TNI yang saat itu dipimpin Kapten Prabowo Subianto juga turut diterjunkan dalam operasi tempur bersandi Operasi Nanggala 28 .

Butuh perjuangan keras untuk memburu Lobato karena tokoh nomor satu Fretilin itu dijaga secara berlapis.

Dalam pertempuran sengit untuk mengejar Lobato, Pak Tatang bahkan tertembak di betis kaki kirinya.

Tapi setelah membebat luka tembak dengan bendera merah putih seukuran sapu tangan yang selalu dibawanya, Pak Tatang tetap melanjutkan pertempuran.

‘’Seorang sniper sejati sebenarnya yang bertempur hingga gugur di medan perang. Tapi saya bersyukur bisa selamat dari medan perang dan bisa pulang serta bercerita mengenai pengalaman tempur saya,’’ papar Pak Tatang.

Kisah Perang Pak Tatang

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved