Polisi Diserang

Satu Polisi di SPKT Terkena 13 Kali Sabetan Celurit dan Parang Dari Seorang Pria, Ini Kronologinya

Sedang bertugas di Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), seorang polisi diserang dengan sajam oleh seorang pria.

Satu Polisi di SPKT Terkena 13 Kali Sabetan Celurit dan Parang Dari Seorang Pria, Ini Kronologinya
Istimewa
Tangkapan layar pelaku penyerangan Mapolsek Wonokromo Kota Surabaya, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sedang bertugas di Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), seorang polisi diserang dengan sajam oleh seorang pria.

Ada 13 kali sayatan yang mendarat di tubuh polisi tersebut.

Kejadiannya di Surabaya.

Polda Jatim mengungkap kronologi pelaku IM, terduga teroris menyerang polisi di Markas Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8/2019) malam.

Kronologi penyerangan Markas Polsek Wonokromo, Surabaya yang dilakukan terduga teroris menyerang polisi, berdasarkan hasil rekaman CCTV di Ruang SPKT Matkas Polsek Wonokromo, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penggalan video tersebut menggabarkan detail penyerangan pelaku terhadap angotanya, alias terduga teroris menyerang polisi.

"Disitu lengkap semua kita bisa tahu cara pelaku menyerang Aiptu Agus," katanya pada awakmedia di Balai Wartawan Gedung Humas Markas Polda Jatim, Minggu (18/8/2019).

Baca: Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Untuk Senin 19 Agustus 2019

Baca: Sedang Pacaran, Cowok dan Cewek Ini Kemudian Mencuri Sepeda Motor Merek Jialing

Baca: Anggota Paskibraka Nasional Salma El Mutafaqqiha, Pembawa Bendera di Istana Negara

Facebook Tribun Manado :

Baca: Dua Anggota Tentara Nasional Indonesia Terluka Saat Diserang Kelompok Kriminal Bersenjata

Baca: PERINGATAN Dini BMKG Untuk Senin 19 Agustus 2019, Lihat Daerah Yang Cerah dan Hujan Sepanjang Hari

Baca: SOSOK Kolonel Hariyo Poernomo, Dihampiri Presiden Jokowi di Tengah Lapangan Upacara HUT Kemerdekaan

Instagram Tribun Manado :

Melalui penggalan rekamam CCTV yang berdurasi 4 menit 54 detik itu, ungkap Barung, ternyata pelaku terduga teroris menyerang polisi menggunakan dua jenis senjata tajam yang berbeda.

"Aiptu Agus dia pikir hanya satu senjata itu yang digunkaan (parang) ternyata ada senjata lagi berupa celurit," tuturnya.

TribunJatim.com (Grup Tribunmadura.com) berkesempatan mengunduh video tersebut.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved