HUT Kemerdekaan
Meski dengan Tubuh Bungkuk, Rahman Tetap Beri Hormat Pada Merah Putih
Dengan sedikit memejamkan mata, kepalanya nampak terangkat ke arah tengah lapangan. Ketika mendengarkan komando memberi hormat.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tangan kiri Rahman Abas tampak bergetar, ketika memegang tongkat.
Dengan sedikit memejamkan mata, kepalanya nampak terangkat ke arah tengah lapangan.
Ketika mendengarkan komando memberi hormat.
Rahman pun mengangkat tangannya.
Matanya fokus tertuju pada Bendera Merah Putih yang ditarik oleh 3 orang Paskibraka.
Rahman adalah 1 dari 7 veteran perang, yang ikut upacara Kemerdekaan RI, di Desa Duminanga, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel, Sabtu (17/8/2019).
Meski usianya sudah memasuki 83 tahun.
Rahman mengaku tak pernah melewatkan sekalipun upacara perayaan HUT Republik Indonesia.
"Karena hari ini makanya luar biasa," ucapnya dengan nada pelan ketika berbincang dengan Tribun Manado.
Karena faktor usia, berbicara dengan Rahman pun harus dengan nada yang agak keras.
Sesekali harus memperagakan pertanyaan agar ia mengerti.
Menurutnya, makna 17 Agustus bukan hanya mengenai berdiri 2 jam lalu pulang dan lupa.
"Hari ini adalah puncak dari pengorbanan dan perjuangan selama bertahun-tahun," kata dia.
Pria 7 orang anak ini mengatakan sering heran dengan perilaku anak muda masa kini.
Rahman mengaku jika di zamannya tak ada orang yang bisa duduk bermain handphone hingga berjam-jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/meski-dengan-tubuh-bungkuk-rahman-tetap-beri-hormat-pada-merah-putih.jpg)