Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Kemerdekaan

Hujan Deras Tak Halangi Penurunan Bendera di Kotamobagu

Hujan deras tak mereka hiraukan, becek yang mulai menempel di pakaian mereka tetap diabaikan.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Gryfid Talumedun
Hujan Deras Tak Halangi Penurunan Bendera di Kotamobagu - bahagia-dirasakan-oleh-seluruh-paskibraka-kotamobagu-usai-berhasil-melaksanakan-penurunan-bendera.jpg
alpen Martinus/Tribun Manado
Bahagia dirasakan oleh seluruh Paskibraka Kotamobagu, usai berhasil melaksanakan penurunan bendera
Hujan Deras Tak Halangi Penurunan Bendera di Kotamobagu - bahagia-dirasakan-oleh-seluruh-paskibraka-kotamobagu.jpg
alpen Martinus/Tribun Manado
Bahagia dirasakan oleh seluruh Paskibraka Kotamobagu, berhasil melaksanakan penurunan bendera

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bahagia dirasakan oleh seluruh Paskibraka Kotamobagu, usai berhasil melaksanakan penurunan bendera, di Lapangan Boki Hontinimbang Kotamobagu, Jumat (17/8/2019).

Meski hujan deras terjadi sejak awal pelaksanaan upacara, namun tidak mengurungkan niat mereka untuk menunaikan tugas yang diberikan.

Langkah tegap tetap dilaksanakan, tanpa mengubah sedikitpun formasi yang sudah diajarkan.

Hujan deras tak mereka hiraukan, becek yang mulai menempel di pakaian mereka tetap diabaikan.

Usai melapor ke Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan sebagai inspektur upacara, mereka melanjutkan tugas untuk menurunkan bendera.

Hujan semakin deras membuat Paskibraka seluruhnya basah kuyup.

Bendera yang berkibar seharian kemudian diturunkan, pelan jalannya, lantaran licin.

Pelipatan bendera pun dilakukan perlahan karena licin. Juga saat dilipat, agak sedikit menggembung karena air hujan.

Lapangan upacara mulai dipenuhi air.

Pasukan penurunan bendera pun berbalik dan mengembalikan bendera ke tempatnya untuk disemayamkan.

Wakil Wali Kota Kotamobagu yang menerima bendera tersebut dan memasukkannya ke dalam kotak.

Nampak hadir dari unsur Forkopimda, dan sejumlah pejabat Pemkot Kotamobagu.

Usai melaksanakan tugas, tangis haru Paskibraka pecah, sambil berpelukan mereka ada yang menangis bersama mensyukuri keberhasilan tugas mereka.

Mereka juga mengucapkan terimakasih kepada para pelatih, dengan memberi ciuman tangan bahkan pelukan.

Ibrahim Dzulhijrianto petugas penurunan bendera mengaku saat hendak menurunkan bendera, hanya mengingat kata pelatihnya bahwa saat kita bersatu dengan bendera, maka bendera bersatu dengan kita.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved