HUT Kemerdekaan
Anggota Paskibraka Kaget Mendengar Rumahnya di Tobongon Terbakar, Nanda: Saya Baru Tahu
Iske Raranta (45), tante dari Nanda Maengkong mengatakan, memang keluarga tidak memberi tahu kepada dia, tentang kejadian ini.
Penulis: | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana haru terjadi, saat selesai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 di lapangan Pinogoluman, Sabtu (17/8/2019).
Salah satu pasukan pengibar bendera (Paskibraka), Nanda Karmenita Maengkong, menangis mendengar rumah tinggalnya di Tobongon kebakaran, pada Rabu (14/8/2019).
Kejadian tersebut menewaskan balita berumur 10 bulan bernama Vannessa Maengkong.
"Saya kaget mendengar berita ini. baru tahu. Karena hampir dua minggu berada dikarantina paskibraka di Tutuyan," ujar Nanda Maengkong dengan nada menangis.
Kata dia, belum tahu berita ini. Baru hari ini, jadi sempat kaget mendengar kejadian tersebut. Karena dua rumah yang terbakar salah satu tempat tinggal orang tua.
Selain itu, korban yang meninggal termasuk keluarga dekat. Saudara kandung dari ibu.
Baca: Paskibraka Rifaldi Mampu Atasi Masalah Celana Nyaris Melorot saat Upacara, Wali Kota Beri Apresiasi
Baca: HUT RI Ke 74, Napi Terorisme Di Lapas Tondano Terima Remisi
Baca: Veteran Teriak ODSK Dua Periode, Olly: Rakyat Memilih, Tuhan Menentukan
Iske Raranta (45), tante dari Nanda Maengkong mengatakan, memang keluarga tidak memberi tahu kepada dia, tentang kejadian ini.
Agar dia lebih konsentrasi menjadi paskibraka
"Kami akan sampaikan berita ini, setelah selesai upacara penurunan bendera. Namun dia sudah ketahui selesai kenaikan," ujar Iske Raranta.
Lanjut dia, rumah yang terbakar tempat tinggal Nanda bersama orang tuanya.
Harusnya hari ini datang di upacara bendera. Namun masih trauma. Jadi diwakili saudaranya.
Kepala Dinas Dispora Boltim, Saprudin Mokoagow mengatakan, Nanda tetap akan ikut dalam pasukan pengibar bendera pada penurunan bendera pada sore nanti.
"Dia hanya sedikit syok dengan berita tersebut. Tapi sudah aman," ujar Saprudin Mokoagow. (Ven).
Paskibraka Dina Nursadilah Tahan Sakit Paku 7 Cm Tertancap di Kaki: Saya Pikir Batu
Sementara itu, seorang pembawa baki Sang Saka Merah Putih harus rela menahan sakitya tertusuk paku saat pengibaran bendera.
Meski sempat terganggu sebentar, akhirnya Sang Saka Merah Putih berkibar.
Dalam unggahan netizen terungkap Upacara 17 Agustus ini berlangsung di lapangan berlumpur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anggota-paskibraka-kaget-mendengar-rumahnya-di-tobongon-terbakar-nanda-saya-baru-tahu.jpg)