Berita Internasional

Pesawat Rusia Berpenumpang 233 Orang Terpaksa Mendarat Darurat Setelah Tabrak Burung

Pesawat tersebut lepas landas dari bandara Zhukovsky menuju Simferopol, ibu kota kawasan Krimea, Ukraina, yang dianeksasi Rusia.

Pesawat Rusia Berpenumpang 233 Orang Terpaksa Mendarat Darurat Setelah Tabrak Burung
net/sputnik news/youtube
Foto rekaman drone pada pesawat Ural Airlines yang mendarat darurat di ladang jagung dekat bandara Zhukovsky di pinggiran kota Moskow, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat Ural Airlines yang membawa 233 orang terpaksa mendarat darurat di ladang pertanian dekat Moskow.

Melansir warta Voice of America, Kamis (15/8/2019), para awak pesawat jenis Airbus A321 tersebut disambut bak pahlawan karena tak ada korban jiwa dalam pendaratan darurat itu.

Maskapai itu menyatakan, pesawat melakukan pendaratan darurat di ladang jagung dekat bandara Zhukovsky di pinggiran kota Moskow, setelah burung-burung tersedot ke dalam mesinnya.

Kementerian Kesehatan menyatakan 23 orang mengalami cedera, tetapi tidak seorang pun tewas dalam insiden itu.

Kantor berita TASS dan Interfax mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan 55 orang, di antara 226 penumpang dan tujuh awak, mengalami cedera sewaktu pesawat itu mendarat.

Baca: Pilot Sebut Keadaan Darurat, Tak Terdeteksi Radar, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Iran

Baca: Pesawat Garuda Indonesia Rute Aceh-Jeddah Mendarat Darurat di Bandara Srilanka, Ini Penjelasannya

Baca: Perhatikan! Inilah 4 Hal yang Harus Dilakukan Jika Pesawat Mendarat Darurat di Atas Air

Kedua mesin pesawat dalam keadaan mati sewaktu mendarat.

“Mari kita doakan kesembuhan segera bagi mereka yang cedera dan beri selamat kepada para pilot yang heroik, yang menyelamatkan nyawa orang-orang dan mendaratkan pesawat,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Sebagian kalangan menyatakan insiden itu mirip dengan kejadian ketika pesawat US Airways nomor penerbangan 1549 menabrak sekawanan angsa liar, memaksa pilot mendaratkan pesawat di Sungai Hudson pada tahun 2009.

Ural Airlines menyatakan para pilot pesawat itu sangat berpengalaman, dengan catatan lebih dari 3.000 jam terbang.

Pesawat tersebut lepas landas dari bandara Zhukovsky menuju Simferopol, ibu kota kawasan Krimea, Ukraina, yang dianeksasi Rusia. (*)

Sumber: VOA

Baca: Cerita Catarino Jadi Paskibraka: Menangis Tinggalkan Ayah yang Sakit Stroke

Baca: Begini Jawaban Aiman kepada Ribuan Penanya Terkait Khasiat Bajakah Hancurkan Kanker

Baca: Facebook Akui Kuping Pesan Suara di Messenger

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved