Kebakaran Hutan Menjadi-jadi: Begini Kata Ahli Kehutanan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak terhindari di Sulawesi Utara. Sejumlah titik api terpantau mulai Kabupaten Bolaang Mongondow,

Kebakaran Hutan Menjadi-jadi: Begini Kata Ahli Kehutanan
Istimewa
Karhutla di kawasan Jalan Ringroad Kota Manado. 

Lokasi-lokasi lahan yang alami kebakaran tersebut sangat dekat dengan permukiman warga. Namun sampai kini belum ada laporan kebakaran lahan di wilayah yang sulit dijangkau Sat Pol PP Damkar Minsel. Karena bila terjadi, pihaknya terkendala pada unit damkar dan tentunya lokasi yang jauh.

"Kita doakan saja tak akan lagi kebakaran lahan. Jadi kami imbau agar masyarakat tak lagi membakar lahan sembarangan apalagi di musim kemarau ini," ujar mantan Camat Tompasobaru ini.

Lurah Uwuran Dua Mariana Paat mengatakan, agar masyarakat stop membakar lahan apalagi musim kemarau. Ditakutkan Paat, Bukit Sasayaban yang masuk di wilayah kerjannya ini, ketika terbakar apinya bisa merembet ke permukiman.

Baca: Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Tira Persikabo, Bali United Rebut Puncak Klasemen Sementara Liga 1

Kepala Dinas Pertanian Minsel Franki Pasla mengatakan, dia sudah menerjunkan sejumlah tim untuk memantau lahan-lahan kering di 17 kecamatan. "Mereka sudah berada di lapangan dan tinggal menunggu laporan," ucap dia. Jika laporan sudah masuk maka Dinas Pertanian akan mengirim tim 'brigade air'. Mereka nantinya akan bertugas memasok air ke lahan yang kering. "Soal luas lahan yang alami kekeringan kami sedang mendatanya," ujar Pasla

Karhutla terjadi di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Lahan yang terbakar berada di tengah hutan persimpangan ke Kelurahan Pinasungkulan dan Batuputih Bawah.

Dari pantauan Tribunmanado.co.id di lokasi kebakaran, tim gabungan yang melakukan pemadaman harus masuk dari tepi jalan persimpangan Kelurahan Batuputih Bawah dan Pinasungkulan.

Sekitar 500 meter melalui jalan menurun dan berbukit sebelum tiba di titik api. Api menghanguskan sejumlah ilalang, dahan pohon dan batang pohon kering. "Kebakaran di sini masih masuk dalam wilayah Cagar Alam (CA) Tangkoko. Kami dan para relawan melakukan pemadaman dengan cara mapping up," kata Ronald Sumilat, Ketua Regu 1 Manggala Agni kepada tribunmanado.co.id di sela upaya pemadaman, kemarin.

Kebakaran di titik ini bermula ketika tim gabungan yang melakukan pemadaman di titik perkebunan Serawet (Rumah Jangkar) di Kelurahan Batuputih Bawah, Rabu malam, mendapati titik api Kamis pukul 11.00.

"Untuk mengantisipasi dan mencegah kembali terjadinya kebakaran pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait, patroli, pemantauan wilayah dan cuaca," tandasnya.

Personel Manggala Agni melakukan hal yang sama mapping up dan menyiram air dengan jetshooter, bersama TNI, Polri, BPBD Bitung serta masyarakat Pinasungkulan dan Batuputih Bawah.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved