NEWS

Jusuf Kalla Beri Lampu Hijau, TNI dan Polri Siap Serang Balik KKB Papua: Itu Bukan Pelanggaran HAM

pernyataan tersebut keluar langsung dari Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.Jusuf Kalla telah mendengar kabar terkait aparat yang bertugas di Papua

Jusuf Kalla Beri Lampu Hijau, TNI dan Polri Siap Serang Balik KKB Papua: Itu Bukan Pelanggaran HAM
AP/OPM
PENGEJARAN KKB Papua, KKB Gunakan Tentara Anak di Bawah Umur, Ini Dalih Juru Bicara Separatis OPM. Foto yang diambil West Papua Liberation Army dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Mei 2019 di daerah Nduga di dataran tinggi Papua menunjukkan kelompok bersenjata ini terdiri atas atas pria dewasa dan anak di bawah umur. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Wakil Presiden Indonesia periode 2014-2019, Jusuf Kalla memberi lamopu hijau kepada aparat untuk melakukan pnyerangan terhadap KKB Papua.

Hal itu setelah salah satu anggota Polri gugur setelah disandera Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) Papua pada Senin (12/8/2019) lalu.

Atas kejadian tersebut TNI dan Polri kini diminta agar tidak pasrah jika diserang KKB Papua.

Dikutip Gridhot dari Sosok.ID, pernyataan tersebut keluar langsung dari Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla telah mendengar kabar terkait aparat yang bertugas di Papua mengalami penyerangan berkali-kali.

Bahkan sebelumnya diketahui seorang anggota Polri yang bernama Briptu Heidar harus gugur setelah di serang secara tiba-tiba dan diculik oleh KKB Papua.

Dikutip Gridhot dari Kompas.com, Jusuf Kalla mengaku tak masalah jika para aparat berbalik menyerang kelompok tersebut.

Baca: KKB Papua Serang Kembali Polisi saat Olah TKP Penembakan Brigadir Hedar, Begini Penjelasan Polri

Baca: Perintahkan Serangan Balik, Menhan Ryamizard & Wapres JK Murka atas KKB Papua: Jangan Hanya Diam

Baca: Fakta-fakta Anggota Polri Tewas Disandera KKB Papua, Sempat Dilakukan Negosiasi

"Pemerintah, TNI, Polri selalu menjalankan tugasnya dengan baik tapi apabila diserang tentu tidak bisa pasrah. Harus kembali untuk membalas siapa penyerangnya," ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara Program Kegiatan Bersama Kejuangan TNI-Polri di Sekolah Staf dan Komamdo Angkatan Laut, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

"Itu bukan pelanggaran HAM, karena yang melanggar HAM siapa yang duluan (menyerang)," tambahnya.

Jusuf Kalla meminta TNI-Polri agar tidak mempermasalahkan tudingan pelanggaran HAM selama pihaknya diserang duluan.

Halaman
123
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved