Sulawesi Utara
Emak-emak Demo Tolak Sawit di Kantor DPRD, Teriak Histeris Sambil Genggam Padi Kering
Petani Desa Lolak, Kabuaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, didampingi para aktivis menggelar aksi demonstrasi.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Petani Desa Lolak, Kabuaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, didampingi para aktivis menggelar aksi demonstrasi.
Mereka menolak beroperasinya perkebunan kelapa sawit.
Mereka berjumlah puluhan menyambangi Gedung Cengkih DPRD Sulut menyuarakan aspirasi, Rabu (14/08/2019).
Di bagian depan demonstran berjejer para emak-emak.
Susianti Paputungan, satu di antaranya.
Wanita biasa disapa Mama Ega ini menggenggam padi kering.
Tiba-tiba ia teriak histeris, air matanya bercucuran.
"Ini torang pe makanan, bukan sawit (padi ini makanan kita, bukan sawit)," ujarnya sembari menyodorkan padi di genggamannya.
Wanita berjilbab ini pun menyampaikan curahan hati.
Dulunya sebelum perusahaan sawit masuk ia mengusahakan lahan di lahan Hak Guna Usaha Perkebunan Kelapa.
Otomatis setelah perusahaan masuk menanam sawit, lahan untuk menghidupi keluarga hilang, berganti berhektare tanaman sawit.
"Kami saja mau masuk dimintai KTP.
"Memangnya torang teroris, " kata dia kesal.
Mama Pito, emak-emak lainnya ikut menyuarakan apsirasi.
Wajahnya kehilangan senyum ketika ikut curhat