Breaking News
Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

FS Tikam Pamannya Sebanyak 18 Kali, Rekontruksi Kasus Pembunuhan

”Dalam rekonstruksi ini, ada 41 adegan,” terang Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu.

Tayang:
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Maickel Karundeng
andreas ruaw/tribun manado
FS Tikam Pamannya Sebanyak 18 Kali, Rekontruksi Kasus Pembunuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polres Minahasa menggelar Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Yopi Angkow (56) warga Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat yang dilakukan oleh FS alias Nando (23).

Rekontruksi Kasus pembunuhan dilakukan tersangka FS alias Nando (23) yang merupakan keponakan dari korban Yopi Angkow (56) digelar unit 1 Jatanras Sat Reskrim di Mapolres Minahasa pada, Selasa (13/8/2019).

Adapun kasus pembunuhan ini duga dilakukan tersangka Nando terhadap korban karena dipicu adanya dendam lama padahal keduanya diketahui tinggal serumah di Kelurahan Wewelen.

”Dalam rekonstruksi ini, ada 41 adegan,” terang Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu.

Lanjutnya, dalam rekonstruksi oleh unit 1 Jatanras Sat Reskrim, terungkap korban pertama ditikam pada adegan ke 26 dan pada adegan ke 39 pelaku terakhir menikam dan menghentikan aksinya setelah melihat korban terkapar.

”Ada 18 tikaman dengan luka tusukan sebanyak 22, peragaan dilakukan langsung pelaku sedangkan korban diperagakan orang lain,” jelasnya.

BERITA TERPOPULER :

Baca: Mahfud MD Duga Enzo Sejak Awal tak Memenuhi Prasyarat Jadi Bagian dari TNI: Sebaiknya Diberhentikan

Baca: Lama Tak Muncul di Layar Kaca, Hilda Vitria Mendadak Tampil Menggunakan Hijab, Intip Penampilannya

Baca: Sisa Peristiwa Longsor di Manado, Keluarga Almarhum Sir Jon Pindah ke Kamangta

Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu menuturkan, kronologi kejadian berdarah itu pada hari Kamis (20/6/2019) malam lalu sekitar pukul 19.00 Wita di Kelurahan Wewelen.

”Sebelum kejadian, tersangka mendapat info dari warga kalau korban sering menceritakan soal dirinya. Hal itu diketahui tersangka Stiv, ketika keduanya dalam perjalanan pulang dari kebun,” ujar Pelengkahu.

Lanjutnya, puncaknya adalah ketika tersangka sedang berada di rumah duka yang tak jauh dari rumah mereka.

”Saat akan ke warung, tersangka melihat korban sedang berada di rumah duka. Selanjutnya tersangka meminta kepada lelaki Stiv untuk mengatakan kepada korban apa yang menjadi pembicaraan keduanya saat dalam perjalanan pulang dari kebun, sementara tersangka kembali ke rumah duka dan mengambil sebilah pisau badik serta menyelipkan dibagian pinggang kirinya,” paparnya.

Melihat Stiv berjalan mendekati korban, lanjut pelengkahu, tersangka pun berdiri dibelakang pamannya itu dengan jarak sekitar 3 meter. Kemudian Stiv mengajak korban bercerita di dalam rumah duka.

Selanjutnya, korban memanggil tersangka ke dalam rumah dan menanyakan apa yang disampaikan oleh Stiv kepadanya.

Namun saat korban berdiri dari kursi yang didudukinya, tersangka langsung mencabut badiknya dan menikam ke arah bawah ketiak kiri sebanyak 2 tusukan.

Korban pun langsung berbalik dan menghadap tersangka dengan mundur kebelakang sambil mencoba menangkis tikaman tersangka yang membabi buta.

Lebih lanjut Pelengkahu menuturkan, tikaman selanjutnya pun mengenai bagian pergelangan tangan kanan, lengan kanan menembus bagian perut kanan dan juga ke arah perut kanan.

Aksi ini tidak berhenti sampai situ, tikaman selanjutnya mengenai di bagian lengan atas tangan kiri korban sebanyak 3 kali, bagian rusuk kiri 7 tikaman. tak puas sampai disitu, tersangka terus mengejar korban dan kembali menikam hingga mengenai bagian belakang.

Ketika korban akan jatuh, tersangka langsung menyambutnya dengan badiknya hingga mengenai bagian bawah mata kanan, bahkan ketika korban berlari masuk ke dalam rumah, tersangka kembali menikamnya dan mengenai bagian belakang sebayak 4 kali.

Aksi penikaman itu tak langsung berhenti, karena saat didalam rumah dengan posisi saling berhadapan, tersangka kembali menikam hingga mengenai bagian dada kiri korban sebanyak 1 kali hingga korban akhirnya jatuh.

”Melihat korban jatuh dan meninggal dunia, tersangka langsung menghentikan aksinya dan langsung ke Mapolres Minahasa untuk menyerahkan diri bersama barang bukti,” pungkas Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu. (Eas)

Baca: Pendiri Facebook Dianggap Orang Paling Berbahaya di Dunia, Ini Alasannya

Baca: Isu Ahok Masuk Kabinet Menteri, Karier Politik yang Belum Habis dengan Catatan Khusus Ini

 FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Baca: Pakai Jurus Lama, Juventus Incar Christian Eriksen Didapatkan Secara Gratis

Baca: Jadwal Liga 1 Pekan ke-14, Dua Bigmatch Tersaji, Derbi Jatim dan Duel Dua Klub Penghuni Papan Atas

Baca: Paulo Dybala Kembali Dikabarkan Bakal Hengkang dari Juventus, PSG Dekati Sang Striker

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Baca: Ibunda SBY Sakit, Keluarga Bergantian Menjaga Eyang Habibah

Baca: Presiden Jokowi akan Beri Tunjangan Khusus bagi PNS Fungsional Katagoler, Berikut Besarannya

Baca: Pasha Ungu Isyaratkan Bakal Maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah Tahun Depan

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV

Baca: Beredar Nama Najwa & Tsamara dalam Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Amin, Fadli Zon Posisi Mendag

Baca: Mendagri Tjahjo Kumolo Sebut Ibu Kota Baru Bukan Daerah Otonom Oleh Karna Itu Tak Perlu ada Pilkada

Baca: Begini Nasib Keempat Pemuda yang Viral karena Video Kencingi Bendara Merah Putih

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved