Berita Terkini

PAN Minta Gerinda Terbuka soal Penumpang Gelap Pilpres: Kasihan Orang yang Merasa Tertuduh

PAN mengimbau partai Gerindra mengungkapkan penumpang gelap pada Pilpres 2019 tersebut

PAN Minta Gerinda Terbuka soal Penumpang Gelap Pilpres: Kasihan Orang yang Merasa Tertuduh
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). Ijtima Ulama yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ini bertujuan untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu penumpang gelap yang menyudutkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, menjadi perbincangan hangat belakangan ini.

Isu tersebut langsung direspon oleh Partai Amanat Nasional.

Melalui Wakil Sekretaris Saleh Partaonan Daulay, PAN mengimbau partai Gerindra mengungkapkan penumpang gelap pada Pilpres 2019 tersebut.

Saleh meminta Sedetail-detailnya partai berlambang garuda tersebut mengungkap motif, dan relasinya selama kampanye kemarin.

"Gerindra diminta untuk membuka seluas-luasnya tentang keberadaan orang-orang tersebut (penumpang gelap)," kata Saleh saat dihubungi, Senin (12/8/2019).

"Ini tidak boleh berhenti sampai pada isu saja," lanjutnya.

Saleh mengatakan, isu penumpang gelap yang disampaikan Waketum Gerindra Sufmi Dasco tak bisa dianggap remeh. Sebab, para penumpang gelap itu ingin membuat kekacauan di Indonesia.

Baca: Peneliti Harvard: Minum Secangkir Kopi Tambahan Tingkatkan Kemungkinan Migrain

Baca: Atletico vs Juventus - Titisan Ronaldo Menggila, Los Rojiblancos Kandaskan Bianconeri

Baca: Gunakan Minyak Kelapa untuk Menghilangkan Kerutan di Wajah, Caranya Mudah

Menurut Saleh, Gerindra harus memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pihak yang disebut penumpang gelap tersebut, agar masyarakat tidak terganggu.

"Kalau tak diungkap, kasihan orang-orang yang merasa tertuduh. Dikhawatirkan juga akan ada sikap saling curiga," ujarnya.

Saleh mengatakan, apabila Gerindra tidak mengungkapkan siapa para penumpang gelap itu, maka akan menimbulkan kegelisahan baru.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved