Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Kisah Kehidupan Warga Bukaka dari Jalan Kaki ke Pasar hingga Cari Sinyal Telepon

Kisah kehidupan masyarakat Bukaka, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara, yang hampir terisolasi.

Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
vendi lera/tribun manado
Desa Bukaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah kehidupan masyarakat Bukaka, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara, yang hampir terisolasi.

Pukul 05.00 Wita, udara dingin di desa pegunungan Bukaka, terasa hingga ke pori-pori kulit. Sejumlah warga mulai beraktivitas. Ada ke kebun lain ke pasar.

Untuk pergi ke pasar, sebagian warga harus jalan kaki hingga 5 kilometer, karena hanya beberapa keluarga yang memiliki kendaraan di desa itu.

Jalan turunan dan terjal, menjadi tantangan tersendiri bagi warga Bukaka, untuk pergi ke pasar atau ke Kecamatan Kotabunan.

Di tambah lagi, tidak tersediannya jaringan telepon.

Awalnya desa ini, hutan produksi terbatas (HPT), kemudian dialihkan menjadi pemukiman warga sekitar tahun 1982.

Di sahkan menjadi desa atau kampung tahun 1994 dengan sangadi pertama Hanun Paputungan masa jabatan dari 1998 hingga 2007.

Pemerintahan terus berganti hingga sekarang dipimpin oleh Arfan Ibrahim periode 2016-2021.

Menurut salah satu warga di desa Bukaka, Masni Malintoi (32), memang hidup di sini harus memiliki kendaraan sendiri. Karena tidak ada angkutan atau lainnya.

Ada ojek tapi, dari Kotabunan bukan pangkalan di Bukaka.

"Kami kesulitan akses ke kecamatan Kotabunan, untuk membeli sembako atau barito setiap hari. Sebab biaya ojek Rp50 ribu pulang-pergi," ujar Masni Malintoi.

Kata dia, menghemat uang, terpaksa harus jalan kaki.

Selain itu, mencari signal handphone harus jalan sejauh 1 kilometer ke pucak gunung. Siang dan malam bahkan hujan tidak peduli, jika memang ada keperluan.

Sangadi Desa Bukaka, Arfan Ibrahim mengatakan, memang desa ini hampir terisolir. Untung akses jalannya ada. Kalau tidak memang tersiksa.

"Masalah terberat tower telekomunikasi dan angkutan menuju ke Kecamatan Kotamobagu," ujar Arfan Ibrahim.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved