Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Adha

Harga Cabai Tak Stabil di Idul Adha, Kamri: Pagi Naik Sore Turun

"Satu hari dua kali naik. Sekarang harga cabai Rp70 ribu," ujar Kamri Kolopita. Harga cabai tergantung stok. Kalau ada stok turun, kalau kosong naik.

Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
vendi lera/tribun manado
Harga Cabai Tak Stabil di Idul Adha, Kamri: Pagi Naik Sore Turun 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga cabai di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tak stabil di Idul Adha, Minggu (11/8/2019).

Menurut Kamri Kolopita, pedagang Barito, harga cabai di pasar Tutuyan memang tidak menentu. Kadang pagi baik sorenya turun.

"Satu hari dua kali naik. Sekarang harga cabai Rp70 ribu," ujar Kamri Kolopita.

Harga cabai tergantung stok. Kalau ada stok turun, kalau kosong naik.

Minggu lalu, Harga cabai memang Rp55 ribu per kilogram, dua hari lalu Rp40 ribu rupiah, sekarang Rp70 ribu rupiah.

"Jika hal ini terus terjadi kemungkinan harga akan terus naik. Karena permintaan dari luar daerah bakal tinggi," ujar dia lagi.

Jerry Isini, pembeli mengatakan, harga cabai memang naik turun. Sehingga membingungkan.

"Kemarin saya beli harga Rp50 ribu sekarang naik Rp70 ribu," ujar Jerr Isini.

Lanjut dia, harga ini dipastikan terus merangkak naik, karena kurangnya stok dari petani. Apalagi banyak petani lebih memilih menjadi buruh cengkeh.

Sebenarnya cabai di Tutuyan banyak, namun petani lebih memilih memetik cengkeh dari pada cabe.

Kepala Dinas Pertanian Soetiono mengatakan, Produksi cabe rawit di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tahun ini bakal meningkat dibandingkan lalu. Tutuyan menjadi salah satu daerah produksi terbanyak di Boltim.

Data tercatat di Dinas Pertanian, produksi cabe rawit Januari sampai Mei 2019 berjumlah 550 ton, sedangkan 2018 dari Januari sampai Desember 818 ton.

"Produksi ini bisa meningkat, karena adanya bantuan pemerintah baik melalui anggaran APBD dan APBN," ujar Kepala Dinas Soetiono

Kata dia, bantuan pemerintah tahun lalu, dengan anggaran APBN untuk cabe rawit seluas 50 hektar. Selain cabe rawit, ada juga cabe besar.

Produksi cabe besar di Boltim, dari Januari sampai Mei 2019 berjumlah 431 ton, sedangkan 2018 mencapai 2022 ton. Kemungkinan besar tahun ini cabe besar bakal mengalami penurunan, karena tidak adanya bantuan baik APBN maupun APBD. (Ven).

Baca: Viral Bule Tendang Pengendara Motor sampai Terjatuh di Bali, Ini Sosoknya

Baca: Ibadah Haji 2019, Hal Langka Terjadi, Hujan Deras Guyur Padang Arafah

Baca: Idul Adha 2019 - Berikut Tata Cara Memotong Hewan Kurban yang Baik dan Benar

Baca: KSAD Jenderal TNI Andika Sampingkan Permintaan Menhan untuk Pemecatan Enzo Zenz Allie, Ini Alasannya

 

Seleb

Baca: Kini Sukses, 5 Artis Ini Pernah Hidup Susah, Ada yang Jadi Pengamen Jalanan Hingga Supir Truk

Baca: Terungkap Masa Lalu Lee Jeong Hoon Sebelum Jadi Artis, Hidup Miskin hingga Tinggal di Gudang

Baca: Dekat dengan Gading Marten, 4 Artis Cantik Ini Ulang Tahun di Hari yang Sama, Apa Kata Gading?

Sport dan Kesehatan

Baca: Harry Maguire Berpeluang Menyandang Ban Kapten Manchester United

Baca: Manchester United Katakan Tak Mauh Buru-buru Pecat Solskjaer Perihal Minimnya Aktivitas Transfer

Baca: Peneliti Harvard: Minum Secangkir Kopi Tambahan Tingkatkan Kemungkinan Migrain

Baca: Alfamidi Salurkan Donasi Konsumen ke Anak-anak Binaan Komunitas Dinding Pasar Bersehati Manado

Baca: Nikita Mirzani Pulang Berlibur dari Prancis, Pamer Isi Koper Harga Rp. 500 Juta, Ini Belanjaannya

Baca: Mahasiswa UBL Tertembak, Sempat Berdiri Mencari Asal Suara Tembakan, Hampir Terjadi Amukan Massa

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved