Pengangguran
Badan Pusat Statistik Mencatat 6,82 Juta Orang Masih Menganggur, Berikut Faktor Pemicunya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO
Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 2,29 juta orang, sedangkan pengangguran berkurang 50 ribu orang.
Struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Februari 2019 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 29,46 persen; Perdagangan sebesar 18,92 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 14,09 persen.
Menurut peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengakui dalam 20 tahun terakhir memang tingkat pengangguran terbuka saat ini yang terendah.
Baca: Pengakuan Pria Pembunuh Siswi SMK di Tapanuli Utara: Aku Menarik Bajunya Sampai ke Bawah Gitu
“Tetapi, jika dilihat waktu yang lebih panjang, tahun 1997, tingkat pengangguran hanya 4,69 persen," kata Bhima di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Meski demikian, Bhima menjelaskan, sebenarnya angka pengangguran di era Orde Baru pemerintahan Soeharto pernah tercatat hanya sebesar 2,55 persen di 1990 silam.
"Oleh karenanya, parameter tingkat pengangguran terendah itu dapat dilihat tergantung dari berapa jauh perbandingannya.
Baca: Kenali 68 Gunung Api Aktif di Indonesia, di Sulut Ada 5 Termasuk Lokon dan Ambang
Baca: 5 Mitos Tentang Penyakit Alzheimer, Termasuk Tak Mungkin Diidap Anak Muda
Baca: Gagal Datangkan Christian Eriksen Man United Dianggap Lewatkan Kesempatan Spesial
Apakah hanya dalam 20 tahun atau sampai 40 tahun terakhir," katanya.
Mengenai apa saja faktor yang melatarbelakangi sulitnya para pekerja Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan di era digital saat ini,
Bhima mengaitkan, antara aspek vokasional dan supply-demand dari industri ketenagakerjaan saat ini.
Dia menjelaskan, di sisi penawaran, ada ketidakcocokan antara kebutuhan dunia kerja dan keahlian yang diasah saat sekolah.
Hal ini terbukti dari besarnya pengangguran sekolah vokasi yang mencapai 11,2 persen di 2018.
"Dari sisi permintaan, sektor utama penyerap tenaga kerja, yaitu pertanian, anjlok.
Tahun 2018, penyerapannya minus.