Nasional

Seorang Perwira Polisi Diberhentikan, Tak Masuk 62 Hari Karena Jadi Tukang Ojek

Seorang polisi diberhentikan secara tidak hormat.Diketahui alasan pemberhentian karena yang bersangkutan sudah tidak melaksanakana tugasnya selama

Seorang Perwira Polisi Diberhentikan, Tak Masuk 62 Hari Karena Jadi Tukang Ojek
(PTDH)(KIKI ANDI PATI)
Iptu Triadi menjalani sidang kode di Polda Sultra karena absen selama 62 hari. Oleh majelis sidang kode etik ia dijatuhi hukuman Pemberhentian Tetap Dengan Tidak Hormat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang polisi diberhentikan secara tidak hormat.

Diketahui alasan pemberhentian karena yang bersangkutan sudah tidak melaksanakana tugasnya selama puluhan hari.

Dia pun diproses pada sidang disiplin.

Dia adalah Perwira polisi dari Satuan Sabhara Kepolisian Resor (Polres) Kendari berpangkat Inspektur satu (Ipda) Triadi.

Dirinya mendapat rekomendasikan pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

Pemberhentian itu diterima Ipda Triadi pada Jumat (9/8/2019) sore.

Pemberhentian tidak terhormat direkomendasikan oleh majelis sidang Komisi Kode Etik (KKE) di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca: IDUL Adha Minggu 11 Agustus 2019, Ini Tata Cara dan Niat Melaksanakan Salat Iduladha

Baca: Doa Penyembelihan Hewan Kurban dan Ketentuan Pembagiannya

Baca: Megawati Ketua Umum, Olly Dondokambey Bendahara Umum, Ini Susunan Pengurus Baru DPP PDI Perjuangan

Facebook Tribun Manado :

Baca: Era Jokowi Parpol Koalisi Terbuka Minta Jatah Menteri, Bandingkan di Masa SBY, Demokrat Buka Suara

Baca: Pemegang Tribun Family Card (TFC) Dapat Kopi Gratis di Pondok dan Resto Yulia

Baca: Ini Foto-Foto Sapi Milik Presiden Jokowi Yang Disumbangkan Untuk Rakyat Indonesia Pada Iduladha

Instagram Tribun Manado :

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/8/2019) mengatakan, sanksi PTDH itu dikeluarkan lantara Triadi meninggalkan tugas selama 62 hari secara berturut- turut tanpa izin pimpinan.

Akhirnya dalam sidang itu terungkap bahwa yang bersangkutan absen berkantor karena menjadi tukang ojek di Kota Kendari.

“Benar alasan terduga pelanggar tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan karena menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per hari,” terang Harry.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved