Kilas Balik
Foto Soekarno Ini Sempat Bikin TNI Geram, Disebarkan Secara Diam-diam
Di akhir masa kepemimpinannya, Presiden Soekarno justru menghadapi sejumlah masalah yang rumit.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Foto Presiden RI Pertama Soekarno sebelum wafat tersebar bikin TNI Marah
Di akhir masa kepemimpinannya, Presiden Soekarno justru menghadapi sejumlah masalah yang rumit.
Setelah munculnya peristiwa G30S PKI yang pada akhirnya membuat Soekarno kehilangan tampuk kekuasaannya.
Ada sebuah kisah yang mewarnai kehidupan Soekarno dan keluarganya pasca kekuasaannya jatuh.
Seperti yang diceritakan oleh seorang wartawan Amerika Serikat, Cindy Adams.
Kisah itu kemudian ditulis Cindy dalam buku berjudul "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia".
Dalam buku itu, Cindy memasang sebuah foto Soekarno pada tahun 1970.
Foto tersebut diambil tepat saat ulang tahun Soekarno, yaitu tanggal 6 Juni 1970.
Menurut Cindy, foto tersebut adalah foto terakhir Soekarno sebelum wafat, dan dalam kondisi sakit.
Ketika itu, Soekarno terlihat terbaring di Wisma Yaso, Jakarta.
Cindy menuliskan, foto itu diambil secara diam-diam oleh seorang anak Soekarno, yakni Guruh Soekarnoputra.
"Diambil secara diam-diam oleh Guruh Sukarno Putra karena pada saat itu Bung Karno sudah menjadi tahanan politik," tulis Cindy dalam bukunya.
Foto itu kemudian disebarluaskan ke dunia internasional oleh anak Soekarno lainnya, yaitu Rachmawati Soekarnoputri melalui Kantor Berita UPI.
Baca: PROFESI Ahok Sekarang Terbongkar, Diluar Dugaan!
Baca: Beredar Kabar Akan Ada Gempa Berkekuatan 9,0 SR Setelah Gempa di Banten, BMKG Beri Penjelasan Ini
Baca: Pintu Jokowi Tertutup, Sosok Ini Bisa jadi Utusan PDIP di Pilpres 2024, Ahok?
Baca: Terlilit Utang, Suami Jual Istrinya Lewat Prositusi Online, Sasar Usia 25-35 Tahun
Baca: Coba Tips Ini Agar Roti Tawar Bisa Tahan Lebih Lama
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 6 Agustus 2019: Aquarius Banyak Peluang, Pisces Jangan Keras Kepala
Akibatnya, beberapa hari kemudian keduanya dijemput, dan diinterogasi oleh tentara.
Foto terakhir Soekarno sebelum meniggal (Repro Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat)
Pihak tentara tampaknya marah.
Anak-anak Soekarno diinterogasi di Markas CPM Guntur, Jakarta.
Salat Idul Adha, Soekarno Malah Dibidik Sniper NII, Tembakan Meleset & Ngawur Karena Lihat Bayangan
Percobaan pembunuhan pernah dialami Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno beberapa kali.
Presiden Soekarno pernah beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan.
Percobaan pembunuhan itu di antaranya terjadi ketika Soekarno sedang melaksanakan ibadah salat.
Simak kisahnya berikut ini.
Pada 14 Mei 1962, ketika itu Soekarno sedang salat Idul Adha.
Itu seperti yang dikisahkan dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita" terbitan Bentang pada tahun 2016.
Saat itu, Sanusi yang merupakan suruhan dari Mardjuk, yaitu anak buah Kartosoewiryo, diperintahkan membunuh Soekarno.
Kartosoewiryo sendiri merupakan pimpinan Negara Islam Indonesia atau NII.
Selain itu, Kartosoewiryo sebenarnya juga merupakan teman Soekarno saat masih kos di Gang Peneleh, Surabaya.
Rumah kos itu merupakan milik HOS Cokroaminoto.
Mendapatkan perintah itu, Sanusi berusaha menjalankannya.
Dia pun menunggu momentum saat Soekarno salat Idul Adha di Istana.
Sanusi kemudian menembakkan pistolnya ke arah Soekarno, tepatnya ketika sang presiden sedang salat.
Beruntung, percobaan pembunuhan terhadap Soekarno itu gagal.
Meski demikian, ada beberapa jamaah yang terluka, tertembak di bahu dan punggung.
"Penembakan yang dilakukan dari jarak sekitar 7 meter (penembak berada di saf ketujuh), meleset," tulis buku itu.
Padahal, Sanusi merupakan penembak jitu atau sniper andalan DI/NII.
"Jalan kematian memang bukan kuasa manusia," tulis buku itu lagi.
Berdasarkan pengakuan sang penembak, pandangannya tiba-tiba menjadi samar.
Yang dilihatnya adalah bayang-bayang sosok Soekarno yang bergeser-geser, dari satu posisi ke posisi lain.
"Karena itulah, tembakannya pun menjadi ngawur," tambah buku tersebut.
Dalam sidang, Sanusi Firkat alias Usfik, Kamil alias Harun, Djajapermana alias Hidajat, Napdi alias Hamdan, Abudin alias Hambali, dan Mardjuk bin Ahmad Dijatuhi hukuman mati.
Selain menangkap mereka, pemerintah saat itu juga berhasil menangkap Kartosoewiryo.
Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi di dalam gubuk yang ada di Gunung Rakutak, Jawa Bara,4 Juni 1962.
Vonis mati dijatuhkan kepada Kartosoewiryo.
Soekarno menolak grasi mantan sahabatnya itu, sehingga Kartosoewiryo pun tetap dieksekusi mati.
Meski demikian, Soekarno bertanya kepada regu tembak pasca eksekusi itu dilakukan.
"Bagaimana sorot matanya? Bagaimana sorot mata Kartosoewiryo? Bagaimana sorot matanya?" tanya Soekarno.
Jadi Istri Pertama Presiden Soekarno dan Pernikahan 2 Tahun, Mengapa Gadis Manis Ini Dibiarkan Suci? ()
Mendapatkan pertanyaan itu mereka pun menjadi bingung.
Meski demikian, seorang ajudan spontan menjawabnya.
"Sorot mata Kartosoewiryo tajam. Setajam tatapan harimau pak," jawabnya.
Mendapatkan jawaban semacam itu, Soekarno pun bernafas lega, dan melempar tubuh ke sandaran kursi,
Tak lama setelah itu, Soekarno pun mendoakan keselamatan arwah Kartosoewiryo.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Foto Terakhir Soekarno Sebelum Wafat, Diambil Secara Diam-diam Lalu Disebarkan hingga Buat TNI Geram, https://makassar.tribunnews.com/2019/08/07/foto-terakhir-soekarno-sebelum-wafat-diambil-secara-diam-diam-lalu-disebarkan-hingga-buat-tni-geram?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/soekarno-45555.jpg)