Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Isu Olly Masuk Bursa Menteri BUMN Bukan Isapan Jempol: Begini Analisanya

Blackout atau pemadaman listrik di sebagian Pulau Jawa dan Jabodetabek berujung pada desakan pencopotan menteri.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
istimewa
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Blackout atau pemadaman listrik di sebagian Pulau Jawa dan Jabodetabek berujung pada desakan pencopotan menteri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno dinilai paling bertanggung jawab dalam petaka mati lampu massal Minggu (4/8/2019).

Insiden itu tidak bisa semata-mata dilimpahkan sebagai tanggung jawab Pelaksana Tugas Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani.

Jeirry Sumanpow, pengamat politik, menilai wajar Presiden Joko Widodo marah ke PLN. Kasus pemadaman listrik ini memberikan kerugian ekonomi besar. Pemadaman listrik ini hanya satu di antara masalah yang mencuat di perusahaan listrik pelat merah ini.

“PLN adalah bagian dari BUMN, maka selain PLN, tanggung jawab masalah ini ada di menteri BUMN. Seharusnya, ada penjelasan menteri soal masalah ini, karena dirut PLN juga baru beberapa hari dijabat,” katanya kepada tribunmanado.co.id, Senin kemarin.

PLN juga menjadi satu di antara yang jadi sorotan untuk segera dibenahi. Di negara lain, saat terjadi pemadaman, menteri langsung menyatakan mundur, ini sebagai bentuk tanggung jawab.

“Masalah pemadaman ini persoalaan klasik, tapi seolah-olah tak ada jalan keluar. Situasi saat ini, dirut PLN saat ini baru diangkat beberapa hari, repot juga kalau diganti,” kata dia.
Malah dirut baru yang ditempatkan ini untuk membenahi BUMN ini. PLN sejak lama sudah banyak masalah, Presiden harus bersikap keras dan tegas dengan masalah pemadaman listrik yang berlangsung lama, bahkan sekitar 7 jam di daerah tertentu.

Belakangan memang ada isu sabotase, memang isu semacam itu kerap menyertai peristiwa yang berdampak luas dan masif, tapi belum ada konfirmasi soal itu. Sejauh penjelasan yang ada membantah ada sabotase. Malah justru publik masih ingin mengetahui lebih detail teknis, karena sampai saat ini belum ada penjelasan jelas.

Pengamat politik, Taufik Tumbelaka mengatakan, wajar kemudian Presiden Jokowi berang. Kasus ini bak api dalam sekam. Sasarannya Menteri BUMN Rini Soemarno. PLN sebagai BUMN, dalam hal kinerja tentu tanggung jawab juga Menteri BUMN.

Jika mempertimbangkan masa jabatan menteri di kabinet akan segera berakhir, maka menteri mundur atau diganti jadi tidak terlalu signifikan. Paling memungkinkan pada kabinet baru tak akan lagi diakomodir di jabatan menteri.

Pertimbangannya ini insiden besar, Presiden sampai harus datang ke PLN menandakan ini sangat serius dan mempermalukan Presiden. Sampai muncul kalimat masa banyam orang pintar tak bisa atasi masalah ini.

“Kasus ini jadi kesempatan, Menteri BUMN bakal jadi incaran banyak pihak. Menteri BUMN yang punya posisi strategis, bisa diprediksi kemungkinan akan jatuh ke dua pihak. Pertama, figur profesional, kedua ke figur PDIP,” kata Taufik.

Kemungkinan ke PDIP karena PDIP partainya Jokowi, sehingga kecil kemungkinan jatuh ke figur partai lain. Jadi bukan isapan jempol isu Olly Dondokambey bakal diplot ke Menteri BUMN.
Pengamat Energi dari Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean kepada tribunnews.com, mengatakan, Menteri ESDM dan Menteri BUMN harus mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap publik yang dirugikan akibat petaka mati lampu.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat ini menegaskan, tidak boleh mereka pura-pura tidak bersalah dalam hal ini. "Karena mereka jelas lalai mengurus PLN dengan baik. Lalai tidak segera mengangkat pejabat direksi PLN yang definitif," tegas Ferdinand. "Jika tidak mau mundur, sebaiknya pak Jokowi segera berhentikan Menteri ESDM dan Menteri BUMN," pesannya.

Senada dengan itu Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mendesak Jokowi mencopot Menteri Rini dan Menteri Jonan. Dua menteri inilah menurut politikus Gerindra ini yang paling bertanggungjawab secara moral dari padamnya listrik dari siang hingga malam hari kemarin.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PLN Sofyan Basir sudah menjadi pesakitan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Kini yang mengampu adalah seorang Plt Direktur Utama PT PLN Persero, Sripeni Inten Cahyani.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved