Di Saat Pasar Anjlok, Perusahaan Warren Buffet Malah Punya Uang Tunai Rp 1.744 triliun

Warren Buffett mengatakan perusahaannya memiliki semua uang tunai tersebut jauh melampaui dari yang diinginkan.

Di Saat Pasar Anjlok, Perusahaan Warren Buffet Malah Punya Uang Tunai Rp 1.744 triliun
REUTERS
Warren Buffett 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Investor legendaris Warren Buffett ternyata memiliki banyak uang cash yang bisa digunakan untuk melakukan pembelian saham sejumlah perusahaan bagus saat pasar saham Amerika Serikat (AS) tengah merah membara akibat meningkatnya eskalasi perang dagang AS-China.

Pada hari Sabtu lalu, banyak yang kecewa karena Penyihir dari Omaha ini mengumumkan bahwa Berskhire Hathaway memiliki uang tunai yang jumlahnya mencatat rekor sebesar US$ 122 miliar atau setara Rp 1.744,6 triliun (kurs Rp 14.300).

  Warren Buffett mengatakan perusahaannya memiliki semua uang tunai tersebut jauh melampaui dari yang diinginkan.

Dalam suratnya kepada para pemegang saham, Buffett mengatakan, dia tengah memburu "akuisisi seukuran gajah", namun saat ini harganya dinilai masih terlalu mahal untuk diakuisisi. Karena itu, ia tengah menunggu momentum harga perusahaan tersebut jatuh.

"Di tahun-tahun mendatang, kami berharap untuk memindahkan sebagian besar kelebihan likuiditas kami ke dalam bisnis yang akan dimiliki secara permanen oleh Berkshire," tulis Buffett seperti dilansir foxbusiness.

"Prospek langsung untuk itu, bagaimanapun, tidak baik: Harga sangat tinggi untuk bisnis yang memiliki prospek jangka panjang yang layak," sambungnya.

Buffett merupakan seorang investor nilai (value investor). Ia suka berinvestasi di perusahaan-perusahaan dengan neraca yang kuat, yang dia yakini diperdagangkan di bawah nilai pasar mereka dan dia bisa bertahan untuk jangka panjang.

Meskipun tidak ada seorang pun yang tahu selain Buffett perusahaan yang diincar itu, tapi tangan kanannya Charlie Munger dan orang-orang kepercayaan terdekatnya benar-benar tahu perusahaan apa yang ada dalam daftar belanja Berskhire.

Well Farga pada awal tahun ini memerhatikan perusahaan-perusahaan yang diyakini masuk dalam sasaran Buffett. Dalam catatan yang dikirim ke klien, bank memeriksa beberapa ukuran penilaian dan menghasilkan 12 perusahaan yang menurutnya dapat dibeli oleh Berkshire:

Berkshire memiliki sejumlah saham blue-chip dalam portofolio yang bernilai lebih dari US$ 170 miliar atau setara Rp 2.431 triliun.

Pada akhir kuartal terakhir, saham Berkshires di Apple bernilai lebih dari US$ 50 miliar atau setara Rp 715 triliun. Konglomerat tersebut baru-baru ini meningkatkan kepemilikannya di Bank of America menjadi 950 juta saham, atau sekitar US$ 28 miliar atau setara Rp 400,4 triliun..

Perusahaan lain di mana Berkshire memiliki investasi yang cukup besar termasuk American Express, Coca-Cola, Delta Airlines dan Goldman Sachs.  (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved